Showing posts with label Catatan Harian. Show all posts
Showing posts with label Catatan Harian. Show all posts

Tuesday, 14 April 2015

Dear Mas

Dear Mas,

Mungkin kita tak pernah bertemu sebelumnya. Jangankan bertemu, mendengar nama mas saja rasanya baru semalam, mas tak perlu sibuk bertanya ke sana kemari untuk cari tahu saya siapa atau mencari informasi apa tujuan saya menulis ini. Tujuan saya sederhana saja mas, saya hanya ingin mengucapkan selamat buat mas, selamat buat mas yang telah meyakinkan dia meneguhkan hatinya untuk memilih mas sebagai pacar calon suaminya setelah perjalanan panjang nan melelahkan mencari cinta. Sekali lagi selamat.

Jika mas masih binggung mengapa saya capek-capek mengetik tulisan demi tulisan ini buat mas, orang yang sama sekali tidak saya kenal, pasti mas menganggap saya aneh, freak, pembunuh berdarah dingin, memiliki gangguan mental, alumnus dari salah satu rumah sakit kejiwaan atau semacamnya itu tak pernah jadi persoalan buat saya, tak ada landasan hukum apapun untuk menuntut mas jikalau mas membenci saya atau mengganggap saya aneh .

Tapi saya yakin mas tidak akan melakukan itu, saya melihat figur mas adalah gambaran pria mapan nan dewasa, memiliki pola pikir yang jauh lebih luas ketimbang saya, hal—hal yang dia damba-dambakan selama ini, lelaki yang penuh tanggung jawab, pekerja keras dan pastinya dewasa. Mas pasti memaklumi apa yang saya buat ini dengan gumam “Halah, dasar bocah”.

Anggap saja tulisan ini semacam reminder,

Tidak.

Bisa dikatakan ini bantuan cuma-cuma yang saya berikan buat mas, demi menjaga eksistensi mas, khususnya dalam hal mencintai dan menyayangi serta memperhatikan setiap jengkal isi hati khususnya dia itu seorang wanita yang mood-nya bisa berubah 90 derajat, malah terkadang menjadi 180, 270 atau 360 tergantung suasana hati. Dalamnya isi hati siapa yang tahu coba?.

Mas mungkin ini sedikit aneh, tetapi sebagai pria yang berhasil meyakinkan dia untuk bercita-cita membahagiakan mas, dengan cita-cita itulah dia ingin memupuk harapan dan mengenapkan bersama mas jika kelak menikah nanti, karena itulah mas haruslah tau apa yang bisa benar-benar iya cita-citakan setidaknya untuk jangka pendek atau sekedar untuk menerbangkan harapannya lebih tinggi.

Ketahuilah dia itu amat hobby dengan yang namanya memasak dan membuat makanan. Tidak percaya? Silahkan mas cek akun media sosialnya, pasti dia memposting banyak makanan yang unik-unik dan pastinya enak. Jika mas iseng suruh dia membuatkan sebuah makanan, apapun nama makanannya, jika ia dengan senang hati memasak buat mas, maka bergembiralah mas.

Saya tak bisa mengandai-andai bagaimana rasa masakannya, bagaimana cara membuatnya atau dari mana sumber info yang ia pelajari untuk memasakan sebuah makanan, tapi percayalah rasanya pasti enak. Jika tidak, berjanjilah untuk tetap menghabiskannya hingga tak ada yang tersisa, mungkin rasanya tidak sebanding dengan makanan yang di buat oleh ibumu atau tempat favoritmu, tetapi proses menemukan racikan yang pas, rasa yang klop dengan lidah memang sulit, memasak adalah salah satu hal terumit di dunia, dengan bahan yang sama pun rasa bisa berbeda. Menghargai sajiannya adalah sikap paling luhur di dunia selain beribadah.

Selain itu mas,

Selain memasak hobbynya sama dengan wanita lain yakni makan, ketahuilah meski banyak makanan yang iya sukai, banyak tempat yang iya kunjungi untuk mencicipi makanan dalam daftar menu yang berbeda-beda, ketahuilah apapun makanannya minumnya teh botol sosro dia tidak akan menolak jika mas mengajaknya ke kedai makanan yang didalamnya terdapat menu mie (kwetiau termasuk mie kan?), Dia pasti suka.

Atau jika mas nanti sudah berkeluarga dengannya pabila tengah malam ia terjaga karena kelaparan, semangkok mie dengan telor di atasnya cukup untuk membuat dia dihargai. Jangan melarangnya dengan alasan makanan itu membuat dia obesitas, saran dokter gizi pun ia idahkan untuk perihal ini. Percayalah.

Jika akhir pekan tiba ajaklah dia pergi ke sebuah tempat yang didalamnya terdapat tempat untuk menonton film, dia yang mendeklarasikan dirinya sebagai movie maniac pasti tidak akan mau ketinggalan film rilisan terbaru, tapi jangan sekali-kali mas ajak dia nonton film Indonesia, dia tidak suka, entah tidak suka atau tidak tertarik. Oh iya jangan lupa ingatkan untuk membawa kaca mata sebelum nonton, karena bakal repot nanti. Percayalah.

Sesekali ajak dia menonton konser, saya kurang tahu apa warna musik favoritnya, tetapi cobalah ajak di menonton apapun yang berbau Queen pasti dia tidak akan menolak. Akhir tahun ini Queen bakal manggung di Indonesia, sempatkan untuk mengajaknya.

Berikan iya buku juga mas, karena ia suka membaca, komik pun tidak jadi soal ketimbang dia harus bolak-balik ke tempat rental komik untuk meminjam banyak komik dan akan menjadi repot untuk membawa pulang ke rumah.

Oh iya, dia juga suka begadang, mungkin karena faktor pekerjaanya, ingatkan untuk segera tidur demi kesehatannya.

Terakhir,

Cintailah dia dengan sepenuh hati, jiwa maupun raga atau apapun selama mas bersamanya dan buat dirinya menjadi seseorang yang istimewa. Jangan biarkan dia menangis satu kali pun. Selalu utamakan dia, jangan pernah menomorduakan dia atau menjadikan dia sebagai cadangan itu sama buruknya dengan anda menghina tuhan.

Dia, Perempuan yang telah anda ambil hatinya ini adalah sosok yang istimewa. Bayangkan hari-hari indah bersamanya, melihat senyumnya saja sudah lebih dari sebuah pesta raya. Jika di dekatnya bisa membuat dekupan jantung berbunyi lebih deras dari ombak lautan. It’s magic.

Mendengar suaranya saja mampu membuat hari yang kelabu menjadi cerah berwarna seperti warna bunga daffodils kuning di musim semi, bunga yang di sukai vokalis favoritnya, Freddie Mercury.

Akhirnya, jangan pernah sekalipun menyakitinya.

Tetap jaga senyumnya mas, itulah harta terindah miliknya.

Saturday, 28 March 2015

Jatuh Cinta Sendirian



Biarkan saya menye-menye saat ini barang sejenak, mengatur irama nafas yang sedari kemarin tidak beraturan, hal ini telah saya sadari akan menyebabkan efek berkepanjangan ini yang cuman melahirkan rindu yang sayangnya tak ada tepi untuk dirindui.

Dilema, kalimat yang pas untuk menggambarkan kondisi saya kekinian, hasil dari interaksi sosial yang dijalani akhir-akhir ini, di mana cinta muncul secara tiba-tiba, tidak diduga-duga sebelumnya apalagi dikategorikan menjadi bagian rencana. Hasilnya adalah khayalan-khayalan muluk bermunculan di setiap kerlingan ingatan dan kini telah berhasil mencemari seisi kepala.

Entahlah, apakah saya yang telalu dini berkesimpulan hingga terbawa oleh arus hegemoni bernama jatuh cinta. Saya paling benci membincangkan cinta, tapi saya pun sulit untuk berbohong, apalagi kepada diri sendiri dan secara terbuka saya deklarasikan bahwa rasa ini hadir kembali. Rasa yang sama dengan beberapa dekade tahap kehidupan yang lalu.

Dosis yang kamu berikan nampaknya kelebihan, kini kondisi batin alam bawah sadar saya harusnya segera di rawat, dibawa ke meja operasi, dan lalu diotopsi. Jika tidak, maka akan terjadi komplikasi yang mempercepat menjalarnya rasa sayang yang nantinya mungkin berkembang menjadi rasa rindu, rasa ingin memiliki dan rasa-rasa yang lain yang tak terdefinisi bentuknya.

***

Barangkali yang bisa saya pelajari dari sakit yang rindu, ialah merawatmu dalam khayalan. Ini bukan perkara melebih-lebihkan perasaan, tapi ini soal kamu yang semakin cantik, bahkan anggun bila dibayangkan. Seperti saya ketika melihat lukisan di sebuah pameran.

Cinta, ah, bagaimana saya mesti menjabarkannya?

Namun, bila cinta saya ibaratkan sebuah gudang yang kosong kemudian di dalamnya ada puluhan peti kemas bertumpuk di tiap sudut ruang yang lama ditinggal pemiliknya, dan lampu-lampu di sana tak lagi berfungsi, maka itulah tempat yang mesti kamu isi dan jadi layak huni.

Saya percaya saat seorang Sufi pernah mengatakan cinta dan rindu itu berteman baik. Sungguh, tak mungkin bisa saya elak pernyataan itu. Semacam hadist sahih yang tak perlu diperdebatkan. Tapi itulah persoalaannya, saya belum siap menanggung rindu itu sendirian. Malaikat boleh saja menghibur ketika saya sedang terlelap tidur dengan menghadirkanmu dalam mimpi. Membuatkan kisah yang indah di mana kita, kelak, akan menjadi sepasangan merpati yang ada dipucuk pohon natal. Indah, bukan?

***

Ah, mungkin sebenarnya rasa yang kini saya rasa hanyalah hal semu semata, yang nantinya akan hilang di telan waktu, seperti yang sudah-sudah , yang dulu itu sekarang hanya memenuhi mimpi burukku setiap malam. keinginan untuk merindu itu candu. Aku percaya, perkara rindu itu tidak akan selesai dengan abai yang diam. Ia akan lahir kembali layaknya kutil ditangan. Yang jika kau potong dengan sembarang, akan tumbuh dengan bentuk yang semakin mengerikan. Perih dan mengganggu memang. Bagiku, cara terbaik membiarkan rindu itu pergi adalah dengan menghidupkan rindu-rindu yang lain. Rindu yang kurangkai sendiri, entah bagaimana caranya.

Bicara tentang rindu berarti berani menjadi berarti dan merindukanmu adalah kunci. Bagiku Kamu itu kandung lautan, didalamnya banyak lekuk yang bisa disyairkan, tersenyum luas pada pagi yang agung, yang indah, yang hanya bisa aku bayangkan kala senja hampir punah.

***

Sebenarnya apa yang sedang kamu hidangkan kepada saya? Daftar menu yang menggugah selera seperti hidangan mocha cookie crumble frappuccino yang terdiri dari saus mocha, sirup vanilla, java chip frappuccino, roast coffee dan susu segar serta diberi topping whipped cream mocha drizzle dan chocolate cookie crumbl kamu nikmati dengan sangat hingga mengidahkan saran dokter untuk berhenti karena dapat membuatmu obesitas.

Atau sebaliknya yang kamu hidangkan adalah salah satu jenis racun arsenik terbaru dengan dosisnya teramat kuat dan pekat yang  dapat merusak sendi-sendi akal , hati dan pandangan secara cepat hingga semakin lama semakin kabur dan tenggelam dalam fatamorgana bernama khayalan dimana puncaknya adalah kehilangan hak asasi yang paling tinggi, yakni kemerdekaan mencintaimu.

#Dibuat keroyokan bertiga oleh saya, Kamil dan Harry. Terima kasih telah membagi sunyi masing-masing.

Wednesday, 11 March 2015

Jomblo, Salah Satu Masalah Dunia Masa Kini


Saya jomblo, dan saya menikmati. Terserah apa kata orang lain tentang status saya. Yang jelas saya tidak mencuri dan korupsi. Sebagai jomblo, saya merasa bersyukur bisa bahagia, banyak yang punya pasangan tapi hidupnya tidak bahagia.-Harry Ramdhani CPAA (Calon Pengasuh Anak Andien).

Beberapa hari terakhir terjadi keprihatinan yang muncul di halaman timeline media sosial yang saya gunakan baik itu di Facebook,twitter, whatsup, instagram maupun di path, ditengah gerusan tentang dunia politik Indonesia yang semakin absurd dan tak berlogika menjurus kebodohan kita juga disuguhkan curahan hati mengenai status seseorang ditengah-tengah masyarakat sosial yakni menjalani kehidupan sebagai seorang Jomblo.

Seolah tak mengidahkan keadaan si jomblo yang tengah gamang akan nasibnya beberapa sahabat-sahabat di Facebook,twitter, whatsup, instagram maupun di path nya berlomba-lomba mengupload achievement level kehidupan, mulai dari pamer kemesraan sepasang kekasih, foto prewedding sampe yang paling tinggi level “greget”nya yakni resepsi pernikahan, lengkap dengan aksesoris norak, medikor nan menor cukup membuat si jomblo berfikir untuk mengakhiri hidup detik itu juga. Lebay? Tidak juga, faktanya menurut studi salah satu studi di Swedia berkesimpulan antara tahun 2001 sampai 2008 dari 7 juta orang dewasa ada 8.721 orang memilih mengakhiri dirinya (sumber: Republika).

Jomblo tak dipungkiri lagi adalah spesies terbanyak dalam umat manusia, saking banyaknya spesies ini setidaknya ada 3 negara di didunia  memiliki satu hari di kalender untuk merayakan keeksistensi mereka yang menyandang predikat jomblo.

Negara pertama yang menghargai kehadiran jomblo sebagai salah satu penyumbang pajak negara adalah negara Tiongkok, dikenal sebagai Single day alias penghormatan atas keeksistensian mereka di negara, biasanya dirayakan dengan banyaknya membeli banyak barang untuk dirinya sendiri, hal ini dicium oleh para pemilik modal asing dan lokal untuk menyenangkan jomblo dengan memberikan diskon bagi para jomblo di tempat belanja masal maupun belanja online.

Perayaan jomblo di Korea Selatan bernama Black Day yang dirayakan pada 14 April setiap tahunnya dengan memesan makanan untuk menghilangkan kesedihan, bukankah makan bisa menghilangkan kesedihan menjadi jomblo barang sejenak bukan?.

Negara terakhir yang mengadakan revenge atas ulah para relationship ngehek nan medioker adalah Finlandia, dengan hari yang sama dengan valentine beberapa membuat perayaan tandingan bernama friendship day dimana orang merayakan suka cita bersama teman-teman senasib untuk saling menghibur dan saling menguatkan.

 Jomblo, Salah Satu Masalah Dunia Masa Kini

Disadari atau tidak jika jomblo juga merupakan masalah dunia, negara mapan nan megah seoerti Amerika Serikat saja memiliki jumlah persentasi sebanyak 28% penyumbang jomblo di negaranya, selian Amerika, salah satu negara penghasil film dewasa terbanyak di dunia dan juga penyumbang terbesar kedua pendapatan perkapita negaranya yakni Jepang ternyata memiliki persentasi 31% penduduk negaranya adalah fakir asmara.Terakhir adalah negara Swedia yang menampung sekitar hampir setengah penduduknya jomblo.(Sumber:LA-light).

Jika kita selusuri diatas ketiga negara tersebut dapat dikatakan negara maju, jadi bisa kita simpulkan bahwa selama ini pemikiran banyak orang Indonesia bisa dikatakan medioker dan kuno seta jauh dari kata maju , banyak yang berfikir bahwa akhir dari tahap kedewasaan adalah menikah dan memiliki anak. Mulai saat ini silahkan cap orang yang menyuruh anda untuk berpacaran lalu segera menikah adalah memiliki budaya terbelakang apalagi jika masih ada yang mengatakan banyak anak banyak rezeki bisa dikatakan bahwa dia masih berfikir bahwa matahari dan tata surya yang mengelilingi bumi.

Faktanya kehidupan percintaan di Indonesia selaras dengan gaya hidup selebritisnya yang suka kawin cerai, misalnya dalam region asia-fasifik Indonesia sukses menjadi juara. dengan catatan fantastis nan dilema yakni sebanyak 200.000 kasus perceraian setiap tahun atau 1 dari 10 pasangan yang menikah pasti akan berakhir dengan perceraian. Najis.

Bahkan jika belum menikah pun kasus kekesaran dalam berpacaran juga banyak terjadi, dan tak hanya menimpa paa wanita saja, sebab pira pun juga mengalami kasus tersebut. Penelitian dari Community Development Corporation [CDC] memaparkan bahwa 40 persen pria mengalami kekerasan dalam hubungan. 

Fenomena kekerasan dalam berpacaran justu lebih berbahaya ketimbang kekerasan dalam rumah tangga, karena kasus ini tidak terlihat ke permukaan yang disebabkan korban tak mau melapor dan sering terjadi pemakluman. Tindakan kekerasan dalam berpacaran itu banyak antara lain, pacar berbuat kasar dan paksaan untuk berbuat zina. Waspadalah.. karena kekerasan dalam berpacaran tidak dilindungin UU KDRT. Hii.

Sebagai Jomblo harusnya munculah sebuah kebanggaan identitas karena jomblo merupakan inventor sebuah perubahan radikal yang sifatnya menyeluruh dan berguna bagi kehidupan umat semesta. Apa jadinya jika Issac Newton justu memilih menikah dan memiliki anak, belum tentu hukum newton (kalkulus dkk) di temukan dan diaplikasikan ilmunya untuk peradaban dunia, karena sibuk bekerja dan mencari uang untuk menghidupi keluarganya, mungkin umat  manusia sampai saat ini belum mampu terbang ke bulan dan hanya menunggu habisnya masa datang bulan wanita saja.

Atau jika kamu berkaca pada Tan Malaka seorang revolusioner sejati, pahlawan nasional, bapak bangsa yang seluruh kehidupannya dia hibahkan untuk perjuangan Indonesia merdeka dan lepas dari penjajahan, di kejar-kejar  dan dicari-cari oleh tentara maupun intel hidup atau mati karena di cap berbahaya membuat seumur hidupnya men-jomblo. Tulisan-tulisannya menjadi inspirasi para pejuang kemerdekaan saat itu.

 Sebagai contoh misalnya Soekarno,dirinya  bahkan mengutip tulisan Tan di buku Aksi Massa sebagai inspirasi pidatonya yang berjudul Indonesia Menggugat sebagai  pidato pembelaan yang dibacakan oleh Soekarno pada persidangan di Landraad, Bandung pada tahun 1930 yang atas pidato inilah Soekarno mantap tetap berjuang untuk kemerdekaan republik ini. Bahkan setiap senin pagi kita pun menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diciptakan oleh seorang jomblo. WR Supratman yang juga mengutip kalimat “tanah tumpah darahku” dari Tan Malaka.

Tulisan ini bukan bermaksud untuk membenarkan status jomblo, karena efek menjomblo terlalu lama juga tidak baik untuk kesehatan, belum lagi jika jomblo dioplos dengan pemahaman agama setengah-setengah sebagai identitas jati diri bisa  membuat masalah menjadi lebih masif terstruktur dan sistematis. Tulisan ini hanya bisa dijadikan alasan atau kamuflase untuk anda membenarkan status anda sembari menanti atau menunggu fatwa hatimu yang mungkin muncul secara tak terduga. Karena rencana tuhan itu bakal indah sob.  Mengutip kalimat dari lagu saykoji dalam lagu jomblo “Untuk semua jomblo di Indonesia, bersemangatlah, karena hari kemenangan akan segera tiba..”


Single itu pilihan, jomblo adalah perjuangan-Kamerad merah delima.

Ilustrasi: www.nyunyu.com

Sunday, 8 March 2015

Lazing on A Sunday Afternoon


Queen salah satu band rock papan atas dunia memiliki basis penggemar yang amat besar di seluruh dunia termasuk di Indonesia juga banyak penggemar band asal Inggris ini. Meski kini band Queen hanya menyisahkan dua personil asli yang tersisa yakni brian May dan Roger Taylor tetapi tak menyurutkan semangat para penggemar band Queen yang justru semakin hari semakin bertambah banyak.

Salah satu dari sekian banyak komunitas penggemar Queen di Indonesia yakni Queenindo, komunitas online yang anggotanya cukup aktif di Facebook ini  sering mengadakan kegiatan gathering yang bertujuan sebagai ajang kopi darat sekaligus sebagai wadah untuk menampung kreativitas dari para member komunitas sekaligus menghargai kaya-karya Queen.

Tema gathering komunitas Queenindo yang rutin diadakan setiap bulannya bernama "Lazing on A Sunday Afternoon" terinspirasi dari salah satu lagu yang ada di album A Night at the Opera. Sesuai dengan judul lagu tersebut, acara pun di gelar di akhir pekan setiap sebulan sekali.

Kemarin (9/3/2015) Queenindo mengadakan gahtering di Blok M Square yang beralamat di jalan Melawai, jakarta selatan, dalam acara tersebut sebagai mana ajang kopi darat seperti biasa acara didahului oleh ngobrol santai dan membicarakan seluk beluk band Queen, di acara itu juga kita dapat informasi dimana tempat untuk mencari kaset, CD/DVD sampai Vinyl Queen yang mungkin belum semua di koleksi. Beruntung di lokasi gathering kemarin di Blok M Square merupakan salah satu tempat untuk memburu pernak-pernik Queen untuk dijadikan koleksi.

 Inti acara Queenindo yang berlangsung dari jam 12 siang itu menghasilkan beberapa informasi penting antara lain:
  1. Regenerasi kepengurusan
  2. Membentuk sebuah band tribute yang mengcover lagu Queen
Acara di tutup dengan hunting kaset, CD/DVD sampai Vinyl Queen, penulis berhasil menemukan DVD Queen Live At Wembely Stadium edisi 25 tahun Anniversary. Lain halnya dengan mas Adi Winoto mendapatkan vinyl album The Works sedangakan mas Arif Nur Cahyo sukses membeli vinyl Queen II. Hal terduga atau dapat dikatakan mujur adalah ketika Mas Angga yang datang jauh-jauh dari Tasik mendapatkan vinyl album solo Roger Taylor yang cukup langka yakni Fun in Space yang rilis tahun 1981. Acara gathering kemarin dihadiri oleh 20 orang peserta.

Mas Adi dengan The Works(kiri) Mas Arif dengan Queen II(kanan) saya cuman dapet tulangnya saja :p

Anda penggemar Queen silahkan ikut di grup facebook Queenindo disini. We Will Rock You!!!.

Saturday, 7 March 2015

Run Keeper Pelatih Pribadi Kebugaran Anda

Aplikasi Run Keeper

Olahraga di era kekinian tidak hanya sebagai sarana untuk menyehatkan tubuh tetapi juga sebagai gaya hidup seseorang, Olahraga juga dapat dikatan sebagai budaya bahkan ada motto mengatakan bahwa olahraga adalah alat pemersatu bangsa, olahraga mutlak di perlukan oleh tubuh kita minimal 150 menit perminggunya guna menjaga tubuh tetap fit dan juga dapat menghilangkan stress.

Olahraga merupakan hal yang menyenangkan dan banyak manfaatnya bagi kesehatan kita, tetapi masih banyak orang yang mengidahkan pentingnya olahraga, banyak alasannya misalnya saja karena malas dan tidak ada waktu untuk melakukannya, padahal jika tubuh tidak banyak gerak secara fisik sangat berbahaya. bukan hanya akan mudah didatangi penyakit namun beresiko kematian.

Di zaman sekarang dimana segala sesuatu menjadi lebih mudah dan tersedia, salah satunya adalah kemudahan untuk mengakses informasi, di internet salah satu sumber informasi banyak menuliskan tentang pentingnya olahraga, banyak cara dilakukan untuk menginfluence budaya olahraga salah satunya lewat aplikasi pintar di smartphone kita.

Run Keeper adalah salah satu aplikasi populer sebagai pelatih pribadi kebugaran kita, Run Keeper merupakan aplikasi multi OS yang dapat di install di Android maupun Iphone ini merupakan aplikasi yang memudahkan kita untuk mengetahui aktivitas seperti jogging maupun bersepeda dengan GPS yang dimana fungsinya adalah memberikan statistik kepada kita tentang kecepatan, jarak dan waktu berolahraga kita. 

Hari ini atau untuk yang kesekian kalinya saya menggunakan aplikasi ini dengan bersepeda, pertama-tama yang saya lakukan adalah menyalakan koneksi internet dan mengaktifkan gps lalu kemudian mengklik aplikasi Run Keepernya.


Di Run Keeper tak hanya dapat meng-track untuk bersepeda saja berikut daftar aktivitas yang bisa di pandu oleh aplikasi ini seperti running, walking, hiking, swimming, mountain biking, Rowling, downhill skiing dll. 


Oke saya pun bersepeda dengan menekan go cycling, di aplikasi Run Keeper sendiri akan memulai tampilan layar dari 0 km atau titik awal kita memulai seperti pada gambar berikut.


Tombol stop digunakan saat kita mengakhiri olahraga kita atau samapi di tempat tujuan, sedangkan tombol pause untuk menghentikan aktivitas sementara agar tidak tercatat dalam data, artinya jika kita beristirahat di tengah jalan bisa kita pause sejenak.

  
Hari ini saya menghabiskan waktu setengah jam untuk bersepeda, dengan jarak 11.26 km dan membakar sekitar 206 kalori dengan kecepatan rata-rata 6.21 km. Setelah selesai beraktivitas kita dapat menghubungkan Run Keeper dengan Facebook atau Twitter dan kita dapat mengshare aktivitas kita dengan cara save activity dan bisa dilihat di tampialn media sosial kita.




Di  Run Keeper sendiri juga terdapat menu-menu lain seperti target untuk mengecilkan perut dengan memilih menu training yang terbagi dalam 4 kategori latihan antara lain, lose weight, learn to run, prep for race, dan  get fit.


Ayo tunggu apa lagi, download di masing-masing smartphone kita kemudian sharing sejauh mana pencapaian kita.

sumber gambar:austinsoped.files.wordpress.com dan dokumen pribadi

Friday, 27 February 2015

Begal dan Hilangnya Kesalehan Sosial


Tindak kejahatan begal kini tengah menjadi sorotan ditengah-tengah masyarakat, pasalnya tindakan kriminal mengambil secara paksa kendaraan bermotor yang kadangkala sampai membuat korban terbunuh ini menjadi ketakutan tersendiri, terlebih bagi para pengguna jalan apabila masuk waktu malam hari dimana keadaan jalan serta lingkungan sekitar menjadi lebih sepi dan ideal untuk memancing para pelaku kejahaan menjalankan aksinya.

Fenomena ini menjadi buah bibir khususnya dalam lingkup kota-kota besar di Indonesia, antara lain Jakarta, Depok, Bekasi, Lampung, Makassar, dan Tangerang menjadi tempat yang dijadikan sasaran empuk para pembegal beraksi. Depok menjadi wilayah pertama yang disantroni oleh para pembegal, dalam sebulan saja terjadi 3 kali aksi begal, pertama insiden juanda, disusul oleh pembacokan di depan kampus BSI, lalu penyerangan terhadap wanita di Limo, Krukut.

Isu begal Depok yang masih simpang siur tentang tertangkap atau tidaknya para pelaku, meski beberapa catatan di media online banyak yang tertangkap, antara lain yang diberitakan dari situs okezone yang memberitakan pelaku begal tertangkap yang ternyata masih SMA, lalu dari Metronews yang memberitakan polisi sudah menangkap bos pelaku begal, namun nyatanya masih ada pelaku yang belum tertangkap, hadirnya berita dari tempo tentang modus penggunaan tali yang dilakukan pembegal menandakan bahwa Depok belum aman, berbeda dengan kampanye #DepokAman yang diserukan netizen beberapa waktu lalu. Hingga hari ini menurut catatan kepolisian terdapat 80 kasus begal di Jabodetabek, termasuk Depok.

Senada dengan kejadian begal di depok, di Makassar, netizen membentuk sebuah opini masal dengan hastag #MakassarTidakAman yang menandakan bahwa di Makasar juga terdapat fenomena pembegalan, Jika di Depok klub motor membantu polisi menangkap pelaku begal, lain halnya di Makasar geng motor yang berkedok klub motor menjadi pihak yang diduga menjadi pelaku tindak pidana begal, bahkan ada tayangan cctv yang memperlihatkan betapa ganasnya pembegal di Kota Makassar yang tidak segan-segan menusuk korban.

Hastag #MakassarTidakAman pun sampai membuat “gerah” para petinggi di Makassar. Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto meminta bantuan TNI untuk menangkap penebar penyakit sosial ini sampai keakarnya. Sampai wakil Presiden kita yang asli orang Makassar Jussuf Kalla ikut membicarakan masalah gang motor yang tidak hanya membegal saja, tetapi perihal keamanan Makassar yang kini direcoki oleh tindak kriminal, dari pihak kepolisian malah sempat kehilangan “akal sehat” yang justru ingin menangkap pelaku penyebar hastag dan perintah tembak ditempat bagi para pelaku tindak kejahatan di Makassar karena selain membegal di Makassar justru terjadi banyak kejahatan seperti menodong, merampok, dan tak segan-segan menghabisi korban.

Puncak dari keresahan terkait tindak kejahatan yang dilakukan oleh begal ini terjadi kemarin selasa(24/02/2015) aksi pembegalan kembali terjadi, kali ini di Tangerang, tepatnya Jalan Raya Ceger, Pondok Karya, Pondok Aren, Kota Tangerang. Aksi begal yang diawali dengan memepet korban ini diketahui oleh warga, ada dua pelaku begal, salah seorang selamat dan satunya tertangkap dan dihakimi oleh warga, tak tanggung-tanggung, warga dengan berjamaah membakar hidup-hidup pelaku begal dan beberapa orang mendokumentasikan detik-detik kematian pelaku begal tersebut.

Kini setelah terjadi kejadian main hakim sendiri yang terjadi di Tangerang timbul pertanyaan muncul, benarkah aksi penghakiman massa yang dilakukan tersebut? Disini ironi pun muncul, sebagai negara yang berlandaskan hukum, bukankah sebaiknya pelaku begal itu diserahkan ke pihak berwajib guna diproses hukum yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku di negeri ini.

Pertanyaan kembali muncul, benarkah apabila si pelaku diserahkan kepihak berwajib, akan tuntas masalah ini? Menurut Kriminolog dari Universitas Indonesia, Hamidah Abdurrahman, Tindakan main hakim sendiri menurut Hamidah adalah karena selama ini masyarakat melihat polisi tak merespons cepat kekhawatiran dan laporan warga mengenai aksi pembegalan. Oleh sebab itu, masyarakat lebih memilih untuk menindak sendiri pelaku pembegalan (sumber: Tempo).

Menurut salah satu warga yang pondok Aren, mengatakan bahwa dirinya merasa tenang dan tak menyesal telah melakukan perbuatan tersebut. "Ya harus begitu, enggak apa-apa dibikin babak belur biar kapok yang begal. Jangan macam-macam sama warga Pondok Aren,"ungkap Afandi salah satu warga Pondok Aren.

Bukankah aksi main hakim sendiri yang terjadi selasa lalu tidak akan menuntaskan tindakan kriminal, menurut Kriminolog Arthur Josias Simon, menurut Josias perbuatan tersebut justru melahirkan tindak pidana baru, dan tak menutup kemungkinan masyarakat akan kembali mengikuti tindakan serupa. "Efeknya bisa berkembang menjadi aksi anarkistis masyarakat terhadap pelaku kejahatan yang menarik perhatian publik.".

Aksi main hakim sendiri dengan cara membakar orang hidup-hidup ini mengingatkan akan kejadian serupa yang terjadi di timur tengah, yakni pasukan militer ISIS (Islamic State of Iraq and Syria ) kelompok Jihadis garis keras yang aktif di Irak dan Suriah. yang membakar Pilot Yordania dan yang terbaru adalah membakar hidup-hidup 45 warga Irak. Apakah aksi yang dilakukan yang terjadi di timur tengah sama dengan yang terjadi di negeri ini?.

Bodoh rasanya jika menyamakan dua hal yang diisi oleh kepentingan yang berbeda, sumbu api yang berbeda, jika ISIS dipenuhi oleh intrik kekuasaan karena keinginan membentuk negara dan pemerintahan baru atau tindakan separatis dengan membuat sebauh propaganda menakut-nakuti dengan membakar hidup-hidup lain halnya dengan kejadian yang terjadi disini, menurut kriminolog Kisnu Widagso ada berapa faktor penyebab warga tega membakar hidup-hidup. "Ada yang akibat dendam karena pernah mengalami hal serupa dan ada juga yang ikut melakukan akibat rasa empati kepada korban lain. Rasa empati itu berubah menjadi kebencian sehingga saat ada pelaku kejahatan tertangkap, output-nya pun seperti itu. Tapi, tetap tidak seperti itu caranya,".

Seperti pendapat yang pernah diutarakan oleh Gusmus di website pribadinya, tentang kesalehan, ada “kesalehan ritual” dan “kesalehan Sosial”. “kesalehan ritual” mereka menunjuk perilaku kelompok orang yang hanya mementingkan ibadat mahdlah, ibadat yang semata-mata berhubungan dengan Tuhan untuk kepentingan sendiri sedangkan kesalehan sosial” adalah perilaku orang-orang yang sangat peduli dengan nilai-nilai Islami, yang bersifat sosial. Suka memikirkan dan santun kepada orang lain, suka menolong, dan seterusnya.

Mungkin kita tidak kehilangan kesalehan ritual, pengajian mulai ramai di kota-kota besar dan jamaahnya pun tidak sedikit atau tentang kemudahan beramal hanya dengan menyentuh layar handphone melalui banking online, dan seterusnya, tetapi tentang kesalehan sosial? Apakah kita sudah menjalankan juga, atau sudah terkikis oleh hal-hal duniawi yang melenakan kita. Kita sibuk mendakwa orang lain bersalah tanpa berkaca akan dosa kita sendiri. Kita sibuk mempersoalkan tabiat buruk orang lain tanpa tahu seburuk apa rupa dari sifat kita sendiri apalagi membenarkan tindakan yang tidak terpuji.

Sudah hilangkah kesalehan sosial kita?.

Sumber gambar: poskotanews.com

Monday, 23 February 2015

These Are The Days Of Our Lives (Penampilan Terakhir Freddie Mercury di Depan Kamera)




These Are The Days Of Our Lives adalah salah satu single dari album Innuendo yang dirilis pada februari tahun 1991 oleh band kenamaan Inggris, Queen. Single yang dibuat video klip ini merupakan yang terakhir kalinya penampilan Queen bersama lead Vocal mereka Freddie Mercury setelah akhirnya Freddie berpulang pada 24 November 1991 atau 6 bulan setelah video klip ini direkam pada 30 Mei di tahun yang sama.

These Are The Days Of Our Lives adalah lagu ciptaan drummer band Queen, Roger Taylor, lagu ini mengisahkan tentang bagaimana seseorang tumbuh menjadi semakin tua dan mengingat-ingat tentang kejadian masa kecil atau masa lalu, namun belakangan maknanya berubah pasca kematian Freddie Mercury dalam perjuangannya melawan penyakit Aids yang dia derita sejak tahun 1987.

Video klip ini berlatar belakang warna hitam-putih, sama dengan video klip single sebelumnya yakni I'm Going Slightly Mad, hal ini disebabkan untuk menutupi keadaan Freddie Mercury yang sedang dalam sakit, dengan maksud agar tampilan pucat, lemah dan kurus Freddie dapat tertutupi.


Sayangnya meski ditutupi sedemikan rupa nampaknya tetap tak bisa menutup keadaan Freddie Mercury sesungguhnya, Freddie yang biasanya lincah di dalam video klip ini Freddie terlihat benar-benar lemah, matanya sayu, badannya kurus dan hanya menggerakan sedikit gerakan tubuh dan tangan, tidak ada aksi berlebih jika dibandingkan dengan video klip sebelumnya, di video klip yang mengunakan efek hitam putih sebelumnya I'm Going Slightly Mad Freddie masih nampak melalukan gerakan lincah, namun benar-benar hilang di video klip ini apalagi jika dibandingkan dengan Headlong yang super atraktif. Hal unik lainnya dalam video klip ini adalah Roger Taylor yang biasa memukul alat musik drum andalannya dalam lagu ini dia hanya menggunakan alat muski perkusi conga sebagai alat pengiring lagu ini.

Dalam video kilp ini Freddie Mercury menggunakan kemeja dengan gambar kucing warna warni yang terlihat kebesaran dengan tubuhnya, perlu diketahui bahwa Freddie Mercury merupakan penggemar kucing, Uniknya kucingnya bernama Deliliah pun menjadi salah satu lagu Queen di album Innuendo dengan judul sama dengan nama kucingnya Delilah, dan saat mengeluarkan album solo Mr. Bad Guy pada tahun 1985 iya mendedikasikan untuk kucing-kucingnya. "to my cat Jerry—also Tom, Oscar and Tiffany, and all the cat lovers across the universe—screw everybody else".


Di akhir video klip Freddie Mercury tersenyum dan berucap “I Still Love You” sebanyak dua kali, hal ini menurut Brian May merupakan ucapan selamat tinggal seperti yang dia kemukakan dalam dokumenter Queen- These Are the Days of Our Lives yang rilis tahun 2011 lalu.

Sepeninggal Freddie lagu ini menjadi salah satu yang mencapai popularitas tertinggi dalam sejarah lagu Queen, rilis bertepatan dengan hari lahir Freddie Mercury 5 September 1991 lagu ini meraih penghargaan BRIT Award sebagai single terbaik tahun 1992. 

Video Klip

Versi Hollywood Records Animated



Lirik These Are The Days Of Our Lives


Sometimes I get to feelin'
I was back in the old days - long ago
When we were kids, when we were young
Things seemed so perfect - you know?
The days were endless, we were crazy - we were young
The sun was always shinin' - we just lived for fun
Sometimes it seems like lately - I just don't know
The rest of my life's been - just a show.
Those were the days of our lives
The bad things in life were so few
Those days are all gone now but one thing is true -
When I look and I find I still love you.
You can't turn back the clock, you can't turn back the tide
Ain't that a shame?
I'd like to go back one time on a roller coaster ride
When life was just a game
No use sitting and thinkin' on what you did
When you can lay back and enjoy it through your kids
Sometimes it seems like lately I just don't know
Better sit back and go - with the flow
Cos these are the days of our lives
They've flown in the swiftness of time
These days are all gone now but some things remain
When I look and I find - no change
Those were the days of our lives yeah
The bad things in life were so few
Those days are all gone now but one thing's still true
When I look and I find, I still love you,
I still love you.

Anda penggemar Queen silahkan ikut di grup facebook Queenindo disini. We Will Rock You!!!.

Ditulis oleh @handyfernandy














Tuesday, 17 February 2015

Apakah yang Saya Lihat Itu UFO?


Apakah Ufo Itu?
UFO singkatan dari Unidentified Flying Object atau jika di bahasa Indonesia-kan adalah benda terbang yang aneh merupakan salah satu fenomena yang hampir setiap hari dijumpai di berbagai belahan dunia. Hampir setiap hari ada laporan mengenai penampakan ufo baik penampakan yag terdokumentasi dengan baik (terekam oleh kamera) atau hanya berupa saksi mata karena kejadiannya yang tidak lama atau tercenggang dengan fenomena tersebut.

Masalah Ufo di Indonesia masih dianggap sebagai ranah misteri, atau banyak yang mengsangkut pautkan dengan fenomena santet dan lain-lain sesuai dengan kearifan lokal di daerah Indonesia, padahal Ufo sendiri dalam perkembangannya di ranah pengetahuan adalah fenomena yang sudah diteliti dengan serius bahkan sudah menjadi perbincangan dalam salah satu nota acara di PBB pada tahun 1978.
Amerika sebagai salah satu pionir penelitian tentang Ufo dan gejala yang terkait sejak tahun 1952 yakni beberapa tahun setelah fenomena “flying source” yang dilihat Kenneth Arnold di tahun 1947 menjadi perbincangan hangat di setiap bibir warga Amerika saat itu. Proyek ini bernama Project Blue Book yang diisi oleh orang-orang yang kompeten dari berbagai bidang ilmu yang ditekuni, salah satu orang yang terlibat adalah J. Allen Hynek yang merupakan bapak metodologi ilmiah Ufologi, Hynek sendiri pernah datang ke Indonesia pada tahun 1976 membahas tentang fenomena Ufo atas undangan menteri luar negeri saat itu Adam Malik.

Masalah Ufo menjadi isyu global saat menjadi salah satu yang di perbincangkan dalam forum PBB di perkasai oleh Sir Eric Matthew.Gairy, Perdana Menteri Grenada yang menyerukan dunia untuk menseriusi fenomena ini. Di Grenada sendiri Ufo dijadikan salah satu perangko resmi negara tersebut.
Akhirnya pada tanggal 27 November 1978 masalah Ufo resmi menjadi salah satu mata acara di PBB no 126 berbunyi “"Pembentukan suatu badan atau bagian dari PBB untuk melakukan, mengkordinasikan dan menyebarluaskan hasil penelitian UFO dan gejala-gejala yang bertalian".
Di Indonesia sendiri fenomena ini mendapatkan perhatian salah satunya adalah dari bapak J. Salatun, beliau merupakan Marsekal Muda TNI(Purn) pendiri sekaligus mantan ketua LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional). J Salatun dapat dikatakan sebagai bapak Ufo Indonesia karena orang pertama yang mendeklarasikan Fenomena UFO di Masyakarat.

Meski perhatian dunia sudah didapat oleh fenomena ini, sayangnya penelitian dan kelanjutan akan hal ini sepertinya hanya menguap dan tertutp rapat oleh masalah lain, proyek Blue Book di Amerika berakhir pada tahun 1969 dengan kesimpulan bahwa 90% fenomena tersebut bisa di jelaskan, sedangkan dunia lebih sibuk dengan masalah lain seperti peperangan antar negara sehingga mengidahkan hal ini.

Kini fenomena Ufo umumnya hanya diselidiki oleh pihak swasta seperti organisasi atau komunitas yang memang serius membahas hal ini, meski begitu ada pendapat yang mengatakan bahwa fenomena Ufo masih diselidiki oleh pemerintah dengan level kerahasiaan tingkat tinggi, hal ini dimungkinkan karena menyangkut keamanan atau memberi ketenangan kepada masyarakat akan hal ini.

Apakah yang Saya Lihat itu UFO?
Membahas fenomena Ufo tak lepas dari adanya saksi mata yang melihat kejadian aneh yang ada diatas langit, benda yang memiliki keunikan tersendiri entah itu berupa bentuk, gerak terbang dengan kecepatan yang tidak masuk akal, atau hal-hal lainnya yang berlawanan dengan teori gravitasi yang kita pegang saat ini.

Tapi pertanyaan baru muncul, benarkah benda terbang atau menggantung di langit itu adalah Ufo? Berikut adalah benda terbang yang sering kita anggap sebagai fenomena UFO yang dapat menipu mata telanjang kita dan terkadang alam pun ikut membantu mensukseskan fenomena alam biasa menjadi fenomena ajaib. Inilah daftarnya;

Meteor dan Komet, menempati peringkat pertama karena banyak orang sering tertipu oleh benda ini, ciri-ciri keduanya dengan ufo hampir sama, lintasan gerak cepat dan lurus, tiba-tiba ada dan tiba-tiba menghilang. Warna umumnya kuning kemerah-merahan. Tidak bersuara, dan bentuknya sangat kecil.
Pesawat terbang, bila di malam hari sering tampak ada yang berkedip-kedip layaknya bintang namun selalu bergerak-gerak lurus, jangan tertipu, itu adalah lampu dari pesawat terbang, biasanya nyala lampu berkedip itu berasal pesawat terbang komersial yang sedang melintas (17% kasus munculnya Ufo adalah bersumber dari kesalahan membandingkan Ufo dengan pesawat terbang).

Awan, kadang bisa menipu mata, kadang membentuk sebuah gambar yang unik seperti binatang,wajah manusia. Umumnya berwarna putih dan bisa saja berbentuk seperti piring terbang. Bergerak jika diterpa angin. Kadang-kadang dapat berubah bentuk atau hilang apabila cuacanya memungkinkan. Fenomena awan berbentuk UFO ini bisa terjadi bahkan pernah dilaporkan ada tiga kelompok awan UFO yang dikira UFO padahal cuma awan.

Petir, kadangkala ada yang berbentuk bola petir dan seakan-akan seperti sebuah UFO yang terbang.terkadang jumlahnya lebih dari satu sekitar 10 cm sampai 20 cm.waktu melintas dilangit biasanya disertai letupan-letupan, kadang hanya muncul satu detik, namun kadang bisa muncul hingga beberapa menit.

Balon Udara, cirinya gerak agak lambat mengikuti angin, bentuknya umumnya bulat. Kadang balon cuaca menggunakan bahan yang seperti warna metalik sehingga bila terkena sinar matahari akan berkilau-kilauan, biasanya digunakan untuk militer guna latihan perang.

Cahaya Mercusuar, cahaya sinar yang dipancarkan mercusuar kadang menjadi fenomena yang menakjubkan (bagi yang tak biasa lihat), cahaya yang dipantulkan dapat menerangi gelapnya lautan di sekitar pulau.

Planet Venus, planet yang paling terang dimalam hari dan yang paling berkilau di malam hari selain bulan adalah planet venus, karena planet ini tidak berkedip (catatan: planet beda dengan bintang, bintang berkedip planet tidak) seperti bidang lain dan kalau kita perhatikan terus akan seolah olah bergerak, tak percaya. Sekitar 27% cahaya yang paling terang jika dilihat dari bumi selain matahari dan bulan adalah planet Venus.

Burung. Pada malam hari, burung-burung yang terbang mungkin saja kena lampu kota sehingga sinarnya memantul dari badannya. Ini bisa dilihat sebagai sekumpulan Ufo yang terbang membentuk formasi. Kejadian ini pernah menghebohkan texas tahun 1951 di Lubbock,Amerika serikat terlihat bagai formasi bentuk V selama beberapa tahun para ahli dibuat pusing oleh ulah burung yang akhirnya diketahui akibat dari pantulan cahaya lampu kota.
 
Halo Bulan, apa itu halo bulan, halo bulan ialah lingkaran di sekitar bulan, terlihat terutama bila purnama. Umumnya cuaca disertai dengan berawan tipis. Sinar bulan yang terkena awan bisa membentuk lingkaran di sekitar bulan yang disebut dengan halo. Halo ini bukan Ufo dan merupakan gejala alam biasa.

Mercon Roket/Kembang Api. Umumnya bergerak naik ke atas dan ketika di atas meledak dan mengeluarkan berbagai cahaya. Bila jarak cukup dekat, umumnya suara ledakannya bisa terdengar, pertanyaanya adalah bagaimana jika kita melihatnya dari jauh.

Layang-layang, kadang -kadang kita lihat banyak sekali bentuk layang-layang ada yang ukurannya biasa saja, ada yang besar ada juga berbentuk unik seperti bentuk naga, pesawat bahkan ada juga yang berbentuk seperti ufo, dan uniknya 2 dari 800 kasus ufo adalah dari layang-layang itu sendiri.

Tuesday, 10 February 2015

Menyikapi Banjir Sebagai Ujian Bersama Dari Tuhan


Jakarta, hari ini. Apa yang tidak dimiliki oleh ibu kota negara ini? Beberapa hari yang lalu ibu kota tercinta kita dinobatkan sebagai kota termacet di dunia. Hasil survei yang dilakukan oleh perusahaan Oli mesin kendaraan bermotor ini menempatkan Jakarta sebagai peringkat pertama dalam urusan macet dengan angka stop-start sekitar 33.240 per tahun, lebih jelasnya tentang prestasi ini bisa dilihat disini.

Belum usai gegap gempita tentang persoalan kemacetan yang melanda ibu kota,kita kedatangan tamu rutin, banjir menjadi kawan akrab yang siap singgah ketika musim penghujan datang. Sialnya banjir bukanlah sahabat yang dinanti kehadirannya tetapi selalu terdepan jika memang waktunya tiba dan kita terkadang lupa dan tidak siap menyambutnya.

Hari ini (9/2/2015) Jakarta dikepung banjir, setidaknya menurut beberapa media daring ada 49 titik genangan banjir yang “kalo bisa” dihindari untuk dilewati. Jakarta lumpuh, banjir datang seolah tak kenal waktu dan tempat, hujan deras yang mengguyur lebih dari 12 jam atau sejak ahad kemarin pun masuk kedalam istana negara.”Rumah” yang ditempati oleh presiden tersebut terendam sedalam 40 centimeter. Hari ini banjir mengajak kendurian bersama, dari rakyat kecil hingga petinggi negeri, dari yang tinggal di perkampungan, perumahan elit sampai di istana negara diundang dalam hajatannya yang selalu datang di kota ini.

Banjir memang akrab dengan ibu kota kita semua, hampir setiap tahun banjir jadi cerita lama hanya aktor yang disalahkan berbeda, siapa orang yang pertama disalahkan oleh musibah ini? Semua sumpah serapah pun tertuju pada wali dari para penduduk Jakarta, yakni Gubernur DKI, dari jaman sebelum Foke, pada masa Jokowi dan kini Ahok yang memipin pun disalahkan atas datangnya banjir ini, seolah mengidahkan moral kita sendiri yang sering kali secara natural membuang sampah sembarangan yang menjadi salah satu penyebab banjir namun dengan congkaknya menyalahkan orang lain, terutama walikota dalam hal ini menjadi kambing hitam atas semua persoalan. Jika semua persoalan dilimpahkan kesalahan pada orang lain,mungkin nanti Ahok bisa disalahkan jika ada pasangan putus. Entahlah.

Banjir membuat beberapa warga mengungsi dan menjadi imigran sementara demi menghindari kejadian yang semakin buruk, banjir selain mendatangkan air juga bisa mendatangkan berbagai penyakit mulai dari diare sampai gangguan ginjal dan hati yang bisa menyebabkan kematian. Oleh karena itu mengungsi wajib hukumnya.

Namun begitu warga Jakarta tak akan pernah bisa dikalahkan oleh banjir, meski aktivitas tersendat,meski masuk kantor terlambat dan harus pulang lembur, meski harus kerja bakti membersihkan rumah dan lingkungan yang terkena banjir, warga ibu kota tetap santai menanggapi persoalan lain ibu kota ini.

tinggal di kota yang akrab dengan macet dan banjir pun mereka masih bisa tertawa, memtertawakan kehidupan. Beberapa meme muncul sebagai reaksi atas banjir. Meme tersebut sebagai gambaran warga Jakarta dalam menghadapi musibah banjir, meski tengah dirundung oleh musibah kita tetap menghadapinya dengan riang, ini sebuah ketegaran yang luar biasa dari setiap pelakon kehidupan di Jakarta ini.


Tuhan maha pengasih bagi umatnya, dia tak pernah pelit menganugrahkan rahmatnya kepada siapapun tanpa terkecuali, banjir mungkin bencana, tetapi air merupakan rizki dari tuhan untuk makluknya, sayang kita tak bisa me-manage anugrah yang luar biasa ini dengan baik. Mengeluhkan datangnya hujan juga tidak baik, toh hujan pun tetap turun, ada bijaknya kita mengambil quote dari Vivian Greene “Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain”.

Semoga banjir kali ini menjadi pelajaran berharga bagi kehidupan kita semua yang tak melulu menyalahkan keadaan, tak mempolitikan banjir atau mengintervensi rahmat tuhan yang setiap tahun pula tuhan mengadakan ujian bersama ini. Toh dari pada mengeluh lebih baik kita menyikapinya dengan lebih baik atau melapangkan dada seluas-luasnya jika masalah klasik ini datang kembali. Tinggal bagaimana kita menghadapinya, Ikuti iramanya dan kemudian isi dengan rasa.

Sumber foto:merdeka.com

Saturday, 7 February 2015

Beta-UFO di Acara Late Night Show Trans TV


Beta-UFO merupakan komunitas serius pemerhati fenomena UFO di Indonesia, berdiri sejak 26 Oktober 1997. Saat ini Beta-UFO merupakan komunitas tertua dan terbesar yang ada di Indonesia. Salah satu visi dan misi BetaUFO adalah sebagai fasilitator media untuk menjadi rujukan publik akan fenomena UFO di Indonesia sekaligus sebagai edukasi untuk publik dalam menyikapi fenomena UFO dan Alien di Indonesia.

Berbekal visi misi itulah Beta-UFO di undang oleh Trans Tv dalam acara Late Night Show sebagai narasumber dalam membahas fenomena UFO dan Alien di Indonesia, Dengan tema yang diangkat “Makluk Misteri Indonesia VS Alien”. Beta-UFO tampil setelah pesulap Demian tampil dengan atraksi sulap bertema cropcirle.

Acara yang dipandu oleh Raffi Ahmad dan Asri Welas ini di mulai dari jam 23.00 wib dan berakhir pukul 24.00 Wib. Kali ini saya (Handy Fernandy) dan Moudy Yunora didapuk sebagai perwakilan dari Beta-Ufo. Berikut ini kesimpulan dari Acara yang disiarkan langsung di studio Sepat, TM Simatupang Jakarta hari Selasa (03/01/2015):

Beta-UFO meyakini bahwa entitas UFO dan Alien itu ada, hal ini didasari bukti-bukti yang pernah tercatat dalam laporan di Indonesia, baik itu merupakan laporan yang tertulis dari laporan kepolisian maupun catatan militer.

Kasus pertama adalah penculikan anak oleh Alien di kepulauan Alor pada bulan Juli tqahun 1959 tercatat dalam laporan yang ditulis oleh purnawirawan polisi yang menjabat sebagai kepala kantor polisi, dalam catatannya tertulis ada seorang anak berusia 6 tahun diculik oleh enam “orang asing” yang memiliki ciri-ciri aneh yakni berbadan tinggi, memakai pakaian biru ketat, berambut perak, warna kulit merah. Karena dianggap meresahkan warga akhirnya polisi menembakan makluk tersebut, makluk tersebut berhasil lolos dan menghilang, anehnya tidak ada bekas darah meski beberapa pasukan polisi meyakini mereka menembaki dengan tepat ke arah makluk aneh tersebut.

Kasus kedua adalah UFO yang muncul di langit Surabaya, Malang dan Bangkalan selama seminggu terhitung dari 11 September sampai 24 September 1964. Karena dianggap meresahkan dan kemungkinan benta terbang itu merupakan pesawat mata-mata tentara Dwikora pun menembaki dengan alteri ke arah benta terbang tersebut,a nhenya tidak ada satupun yang terjatuh.

Kedua kejadian tersebut tertulis dalam buku yang dikeluarkan oleh J. Salatun pada tahun 1982 dengan judul “UFO Salah Satu Masalah Masa kini, J. Salatun sendiri merupakan Marsekal Muda TNI(Purn) pendiri sekaligus mantan ketua LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional). J Salatun dapat dikatakan sebagai bapak Ufo Indonesia karena orang pertama yang mendeklarasikan Fenomena UFO di Masyakarat. J Salatun merupakan kakek dari Sara Wijayanto yang merupakan istri dari pesulap Demian.

Beta-UFO sering mendapatkan laporan tentang fenomena UFO dan Alien, Di Acara Ini Beta-UFO menampilkan dua video yang dikirim oleh pelapor, yang satu merupakan video yang berasal dari pelapor asal Kendari dan yang kedua dari Bekasi. Hasil analisis tim Beta-UFO adalah dari kedua video tersebut ada yang merupakan fenomena Hoax dan fenomena yang belum terdefinisi sesuai dengan pengertian dari UFO(Unidentified Flying Object).

Kasus UFO kendari misalnya yang sempat membuat heboh media masa itu merupakan fenomena Hoax dan bisa dijelaskan, di video tersebut ada benda terbang berbentuk UFO di tengah-tengah matahari. Menurut keterangan Moudy, fenomena yang direkam oleh siswa SMP ini merupakan efek dari karena resolusi rendah dan kelemahan sensor kamera, spot warna hitam di matahari adalah hasil dari citra kamera tersebut.

Lain halnya dengan video yang berasal dari pelapor yang tinggal di Bekasi ada benda aneh berwarna hitam yang diam di langit selama 30 menit dan kemudian menghilang sendiri, Melalui hasil rekayasa digital yang dilakukan tim Beta-UFO bahwa fenomena ini belum dapat dijelaskan dan itu yang dinamakan dengan UFO, karena teknologi manusia saat ini belum bisa membuat pesawat yang bisa diam di langit.

Munculnya UFO dan Alien sendiri pernah di kategorikan oleh ilmuwan Amerika bernama J. Allen Heynek yang menkategorikan 5 kategori penampakan UFO atau Close Ecounter yakni:

Perjumpaan jarak jauh(Perjumapaan pertama), artinya kita bisa melihat mereka sedang berada dilangit, fenomena video di Bekasi dan Ufo di Surabaya tahun 1964 masuk dalam kategori ini.

Perjumpaan Jarak dekat(Perjumpaan kedua), UFO sudah dapat menganggu lingkungan sekitar seperti tiba-tiba mobil yang sedang berjalan tiba-tiba berhenti.

Perjumpaan tingkat tiga, UFO telihat mendarat, beberapa meninggalkan bekas.

Perjumpaan tingkat empat, ditulis oleh Heynek, Ufo yang mendarat yang dikendarai oleh Alien tersebut keluar dan menculik target, dan target penculik tidak dapat melawan atau secara sukarela, biasanya kembali dengan keadaan adanya perasaan “missing time”.

Perjumpaan tingkat lima, Menurut Heynek kita dapat berkomunikasi dengan Alien.

Acara di tutup dengan pertanyaan apakah para bintang tamu percaya akan fenomena UFO? Di Beta-UFO sendiri ada 3 golongan yakni Believer (Percaya akan fenomena UFO) ada pula yang Skpetis (Tidak percaya) dan “Skepbeliev” yakni mempercayai fenomena UFO namun kritis mempertanyakan keberadaan atau kebenaran UFO sendiri.

Akhir kata “Keep Watching The Sky”.


Friday, 30 January 2015

Review Album Hot Space Queen Band



Queen merupakan salah satu grup music rock paling ikonik dalam sejarah music dunia, banyak lagu-lagu hits yang mereka ciptakan yang hingga kini masih sering kita nikmati. Lagu “We Are The Champions” misalnya yang menjadi lagu yang wajib diputar saat sebuah tim sepakbola apabila menjuarai kejuaraan atau lagu “Bohemian Rhapsody” yang dinilai banyak orang sebagai lagu terbaik sepanjang masa.

Queen banyak melahirkan karya-karya fenomenal total tercatat 15 album studio telah lahir diantara tahun 1973 sampai 1995. Satu album terbaru lahir di bulan november tahun 2014. Album “Forever” menandakan kretifitas mereka muncul meski para punggawa Queen sudah memasuki usia senja, belum lagi sepeninggal lead vocal mereka Freddie Mercury ditahun 1991 dan vakumnya Jhon Deacon sejak tahun 1997 tak membuat dua anggota tersisa yakni Brian May dan Roger Taylor kehilangan tajinya dalam bermusik. Berkerja sama dengan Adam Lambert, Queen+ Adam melakukan tur keliling dunia yang diawali di London Inggris awal tahun 2015.

Disini saya akan membahas salah satu album dari Queen, yakni album yang berjudul “Hot Space” yang dirilis bulan mei tahun 1982. Album yang merupakan album studio ke-10 ini banyak mendapatkan kritikan dari berbagai review music, salah satunya review dari rolling stone yang hanya memberi nilai bintang 3 dari 5 terhadap album ini. Kritik lebih parah datang dari sputnikmusic yang hanya memberi nilai 2.0 dari 5.0 dengan tulisan “Rightfully overlooked”. Namun benarkah seburuk itu?

Sebagai pendengar setia band Queen mungkin akan menjadi tidak adil dan cenderung tidak netral, namun semoga penilaian saya terhadap album ini mendekati netral dan independen untuk mereview album ini. Oke inilah review saya dari lagu per lagu.

Staying Power

Queen yang dikenal pure-rock tiba-tiba menjadi manya-menye memasukan unsur disco dan funk dalam lagu pertama yang diberjudul “staying power”. Anda akan diajak berjoged mengikuti irama musik pop ditambah unsur disco yang kental dan lagunya yang cukup menarik untuk mempompa semangat apalagi saat Freddie berteriak power berulang-ulang. Anda boleh suka lagu ini atau tidak, namun Brian May berpendapat jika suka lagu ini atau tidak dia menjawab “keduanya”.

Dancer

Ingin mengajak orang untuk menari? Lagu ini bisa dijadikan rujukan, tapi tidak untuk music rock, irama gitar brian cuman terasa dibagian akhir, sejujurnya saya lebih suka dengan lagu stayin power atau setelah lagu ini yakni Back Chat.

Back Chat

Warna musiknya nyaris sama dengan staying power, namun ada suasana musik rock disini dipertengahan lagu. Di lagu ini juga masuk nuasa penyintesis yang waktu itu masih jadi hal yang baru bagi Queen. Satu yang harus kita tahu lagu ini merrupakan ciptaan John Deacon yang termasuk penyuplai terbanyak single hits

Body Language

Satu kata, jelek. Butuh kesabaran tinggi untuk mendengarkan sampai habis. Mungkin lagu ini yang menjadi sorotan pengkritik music kenapa Queen benar-benar keluar jalur dari yang semestinya. Video klip single-nya pun aneh semakin memperburuk citra lagu ini.

Action This Day

Warna music rock baru terasa di lagu ini, Inilah Queen yang sesungguhnya, jadi bisa dikatakan inilah lagu regular yang memang Queen banget.

Put Out the Fire

Sama seperti Action This Day lagu ini memberikan warna berbeda di album ini, apabila kita diajak berdisko ria di lagu ini kita kembali merasakan irama rock yang kental. Lagu ini merupakan salahdua dari lagu yang didedikasikan untuk Jhon Lennon The Beatles “They called him a hero In the land of the free”diawal lirik mengambarkan jelas siapa him tersebut.

Life Is Real (Song for Lennon)

Satu lagi lagu yang didedikasikan untuk Jhon Lennon, warna music balada disini terasa kental dan nada musiknya nge-beatles banget. Lagu ini sengaja diciptakan oleh Freddie Mercury saat berada  dipesawat terbang dalam rangka perjalanan tur. Lagu ini sengaja dibuat Freddie Mercury sebagai rasa hormat karena banyak meng-influence Freddie khususnya Queen dalam bermusik.

Calling All Girls

Liriknya sederhana menjadi kekuatan lagu ini, Tak perlu lama anda untuk menyukai lagu ini.Videoklipnya juga mendukung dengan menampilkan robot-robot unik.

Las Palabras de Amor (The Words of Love)

Lagu ini memiliki banyak keistimewaan antara lain lagu ini dibuat untuk penggemarnya yang berasal dari amerika latin atau yang memiliki bahasa ibu Spanyol, dan keistimewahan kedua adalah disini Brian May memainkan Piano.

Cool Cat

Sebelum kita mendengarkan vocal Freddie yang terasa falsetto di lagu Under Pleassure kita sudah dijamu terlebih dahulu di lagu ini. Versi Rare-nya ada suara David Bowie loh.

Under Pressure

Lagu yang dibuat secara gak sengaja saat Freddie Mercury dan David Bowie nge-jam. Suara David Bowie yang seharusnya menjadi backing vocal di lagu Cool Chat namun tidak jadi karena katanya jelek maka di lagu ini kita bisa menemukan suara David Bowie disini berduet dengan Freddie Mercury. Under Pressure termasuk 10 lagu terbaik Queen dengan irama bas betot yang kental oleh Jhon Deacon. Lagu ini menjadi hits nomor 1 di Inggris waktu itu.

Kesimpulan

Secara keseluruhan saya menyukai album ini, lagu seperti Las Palabras de Amor (The Words of Love), Calling All Girls, dan Staying Power enak didengar. Satu lagu yang istimewa pastinya adalah Under Pressure yang menurut saya memperbaiki citra album ini dari kritik yang lebih parah dari pengamat music.

Jika kita melihat jauh Queen sebenarnya juga kena demam music Disco yang saat itu sedang booming, memadukan kedua aliran music (Rock dan Disco) memang mungkin jadi terasa aneh pada waktu itu.

Demikianlah review saya untuk album Hot Space Queen. Anda penggemar Queen silahkan ikut di grup facebook Queenindo disini. We Will Rock You!!!.

Monday, 26 January 2015

Mengenal Queenindo: Komunitas Pecinta Band Queen dari Indonesia


“Queen is the most genius band, Beatles is the most popular band, U2 is the most perfect band, dan The Rolling Stones is the most legend band in the world”-Ahmad Dhani
Band Queen merupakan salah satu band bergenre musik rock paling fenomenal di dunia. Band yang digawangi oleh 4 personil, yakni Freddie Mercury(alm), Brian May, Roger Taylor, dan John Deacon merupakan band asal London, Inggris yang memiliki banyak fans di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Di Indonesia sendiri banyak komunitas pecinta band Queen, salah satunya adalah Komunitas Queenindo. Komunitas ini dibentuk pada tahun 2012 ini merupakan salah satu komunitas yang aktif meng”influence”serta mengakomodasi para penggemar Queen di Indonesia untuk berekspresi/berkegiatan serta menampung kreativitas dari para member yang tujuannya untuk menghargai karya-karya Queen.

Meskipun komunitas Queenindo merupakan komunitas online grup Facebook, Queenindo sering mengadakan gathering, bahkan hampir setiap sebulan sekali Queenindo mengadakan gathering, ungkap Danang Suryono salah satu pegiat komunitas Queenindo. “Kami sering mengadakan kopi darat (gathering)  sebulan sekali di Taman Suropati, Menteng. Nama acaranya “Lazing on a Sunday Afternoon” biasanya kami sering berdiskusi tentang Queen, baik membicarakan personal, sejarah, sampai warna musik. Tak jarang kami juga sering nge-jam bareng komunitas musik tamsur di sana.”

Kemarin (25/1) Queenindo kembali mengadakan gathering, gathering kali ini cukup spesial karena bertempat di salah satu kolektor barang-barang yang berbau Queen mulai dari DVD, CD, kaset radio, VHS, piringan hitam, majalah, hingga kaos. Lokasinya gathering-nya beralamat di Jalan Pulo Raya VI no 23 Kebayoran Baru Jakarta Selatan atau rumah dari Nelwin Aldriansyah yang juga pegiat Queenindo.

Di acara gathering yang dilaksanakan sejak pukul 11 siang tersebut banyak membicarakan Queen, mulai dari fakta-fakta personil Queen, mulai dari keunikan kisah cinta Freddie Mercury, jalan sunyi Jhon Deacon, rahasia drummer Roger Taylor hingga gelar PhD bidang astronomi-nya Brian May. Selain itu pembicaraan makin seru setelah membahas  misteri beberapa lagu seperti  bohemian rhapsody, Mushtopa Ibrahim dll juga keunikan beberapa album konser Queen seperti Live Killer yang hingga kini masih berupa misteri yakni pertunjukan di kota mana saja yang dijadikan materi dan dimasukkan menjadi album.

 Pemutaran video dokumenter “Making of A Night at the Opera” menjadi diskusi panjang Queenindo yang datang di acara gathering, karena A Night at the Opera yang merupakan album tersukses Queen yang di dalamnya terdapat lagu bohemian rhapsody yang super unik juga lagu patah hati yang amat dalam seperti Love of My Life yang mengisahkan kisah cinta asmara Freddie Mercury dan Mary Austin. Namun fakta baru yang diketahui setelah menyaksikan film dokumenter tersebut adalah lagu “Death on Two Legs (dedicated to…) ” merupakan lagu kemarahan Freddie Mercury yang tertipu oleh mantan manager Queen Norman Sheffield.

Acara ditutup dengan diskusi kecil perihal visi-misi Queenindo ke depan yakni antara lain adalah:

  1. Menyosialisasikan keberadaan Queen Community di seluruh wilayah Indonesia
  2. Meluncurkan situs organisasi di internet [ launching forum dan web].
  3. Menyosialisasikan organisasi, dan menjalin hubungan antarorganisasi Queen fansclub se-Indonesia.
  4. Menerbitkan bulletin organisasi sebagai media komunikasi anggota.
  5. Mengadakan pertemuan antarkomunitas se-Indonesia.
Rencana kedatangan band Queen yang akan menyambangi Indonesia tahun ini pun disambut baik oleh komunitas Queenindo. “Semoga benar kedatangan mereka yang katanya akan datang di bulan Oktober tahun ini, kalo bisa sedari sekarang menabung”ungkap  Danang Suryono salah satu pegiat komunitas Queenindo.

Anda penggemar Queen silahkan ikut di grup facebook Queenindo disini. We Will Rock You!!!.

Monday, 28 July 2014

Ketupat Sayur Hambar

Ramadhan telah meninggalkan kita semua, setelah selama satu bulan ramadhan menemani segala aktivitas kita mulai dari sahur hingga berbuka. Ramadhan menjadi sarana untuk mengintropeksi diri, mencari keridhoan yang maha esa dan kembali memahami segala hal tentang nilai-hilai kehidupan yang makin hari kian dilupakan.

Ramadhan banyak mengajarkan kita kembali menjadi makluk sosial, ramadhan membuat kita menjadi peka antara sesama. Banyak orang berlomba-lomba berbuat kebajikan, di bulan ini manusia-manusia berlomba untuk memperbaiki diri agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Intinya puasa adalah kegiatan mulia dan mengajarkan kita untuk memulikan sesama.

Gegap gempita Ramadhan di Indonesia kali ini terasa amat riuh karena di tahun ini ramadhan tidak sendiriran, ramadhan di temani oleh penyelenggaraan Piala Dunia dan Pilpres untuk menentukan presiden baru bagi negara kita tercinta Indonesia.

Lucu memang puasa kali ini, terlebih untuk saya, di pertengahan bulan puasa atau menjelang akhir ramadhan banyak kerabat-kerabat yang sering mengajak untuk berkumpul  sekedar ngobrol bareng atau yang semi resmi seperti bukber (buka bersama). keaneh yang saya rasakan di bukber kali ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang out of topic dari tema, "loe kemarin pilih siapa han? Jokowi apa Prabowo?" lalu kemudian suasana jadi gaduh dan topik tentang pilpres menjadi komoditas utama percakapan di pertemuan tersebut, hingga berlanjut sampai menjelek-jelekan kedua pasangan tersebut.  Suasana bukber menjadi kurang kondusif.

So weird..

Dalam hal ini layaknya pertanyaan yang seharusnya diajukan seperti  "Kerja dimana loe sekarang ndy?" atau "lagi sibuk apa loe sekarang? " bahkan saya justru merindukan pertanyaan "kapan kawin?" ketimbang pertanyaan-pertanyaan tentang capres dan sejenisnya.

Pekerjaan saya adalah dibayar untuk membaca ratusan artikel tentang politik setiap harinya. Sebagai editor disalah satu situs media warga ini mewajibkan saya untuk mengedit sebagian atau seluruh isi artikel yang didalamnya memuat hampir setiap hari tentang kedua capres tersebut baik tulisan yang berisi untuk memuji salah satu capres sampai tulisan yang menjelek-jelekan salah satu pasangan capres (black campaign). Alhasil ini juga yang membuat saya sempat binggung untuk menentukan pasangan mana yang bakal saya pilih untuk pemilu kemarin .

Untungnya ada Piala Dunia yang bisa dijadikan topik lain, Piala Dunia bisa menjadi solusi peredam bisingnya kampanye politik pemilu yang semakin hari semakin gencar dilakukan. Piala Dunia juga sebagai obat alternatif untuk bahan obrolan jika tak ingin terlibat lebih jauh tentang capres-capresan.

Piala Dunia adalah topik paling netral selama bulan ini, di timeline media sosial misalnya, manusia Indonesia terpecah menjadi tiga bagian disana, ada yang update tentang Jokowi, ada yang antusias orbitkan Prabowo dan terakhir adalah yang update tentang aktivitas ibadahnya. Dari tiga itu struktural update status yang memenuhi timeline pertandingan Piala Dunia  hanya sebagian minoritas saja atau sebagai ajang turun minum sebelum timeline kembali dipenuhi oleh kampanye politik atau menu buka puasa yang di foto sebelum disantap.

Jadi lebaran kali ini ketupat sayur menjadi hambar rasanya?
Entahlah...

Sunday, 29 June 2014

Kembali ke Pancasila



Pancasila adalah warisan luhur yang dilahirkan oleh bapak-bapak bangsa dalam perumusan sebuah ideologi bangsa, dasar negara Indonesia. Nilai-nilai Pancasila pertama kali dikemukakan pada 1 Juni 1945 oleh Sukarno, dalam sebuah pertemuan bersama 67 tokoh Indonesia yang terdiri dari beragam agama dan suku. Ketika Indonesia memprokalamsikan kemerdekaan, para pendiri bangsa sepakat menjadikan Pancasila sebagai ideologi bersama dan cita-cita bangsa.


Setelah 69 tahun berlalu, Pancasila yang dijunjung tinggi dan banyak membuat kagum bangsa-bangsa lain di dunia kini semakin hari semakin ditinggalkan, sedangkan ide untuk mengganti ideologi, khususnya dengan ideologi mengkultuskan agama tertentu atau golongan tertentu semakin hari semakin menggema. Persoalan bangsa semakin hari semakin ruwet, Pancasila semakin dilupakan dan akhirnya menghambat usaha Indonesia untuk menjadi bangsa yang makmur dan berwibawa.

Pancasila yang agung kini hanya dijadikan simbol-simbol saja dalam acara resmi. Ide menggali kembali Pancasila hanya omong kosong yang menguap begitu saja. Kita seakan lupa bahwa pancasila adalah jati diri bangsa yang harus dijunjung dan dibela keberadaannya.

Kini kita menyaksikan hampir setiap hari di tayangan televisi kita, di media cetak, dan di media online banyak terjadi tindakan tak bermoral yang dilakukan oleh penguasa. Para birokrat berlomba-lomba untuk merampas kekayaan aset bangsa, korupsi yang telah merasuk dalam institusi pemerintahan, serta budaya kolusi dan nepotisme yang merajai di segala lini tanpa mengenal lagi batas-batas kewajaran. Masyarakat harus hidup dengan kemiskinan dan penderitaan sementara para “wakil rakyat” berkutat dengan permainan politik dan usaha memperkaya diri dengan uang haram.

Inilah hal-hal yang sehari-hari kita dapati di hidup berbangsa ini, bangsa yang lupa akan cita-cita bangsanya sendiri, lupa akan jasa para pahlawan yang gugur di medan juang, lupa akan ajaran-ajaran nilai luhur yang terkandung dalam budaya jati diri asli, identitas bangsa Indonesia sebenarnya.

Sila Satu : Ketuhanan yang Maha Esa

Ketuhanan yang Maha Esa mencerminkan kepercayaan akan Tuhan yang satu, Tuhan yang universal. Dalam beragama kita bebas menentukan apa yang kita percaya, dan hal ini dijamin oleh undang undang. Namun, pada kenyataannya, masih banyak umat beragama yang harus hidup dalam ketakutan karena serangan fisik maupun verbal dari oknum-oknum yang tidak toleran. Mereka mengatasnamakan kemurnian agama dan kebaikan negara, namun aksi mereka tidak berbeda dari aksi preman atau bahkan teroris radikal.

Oknum-oknum ini memang tidak banyak jika dibandingkan dengan orang-orang Indonesia yang toleran dan cinta damai, namun kekerasan mereka membungkam mayoritas yang tidak berani melawan. Fokus mereka teralihkan dari Tuhan; mereka terlalu sibuk berurusan dengan pemahaman agama yang ekstrim. Padahal, kita tidak percaya bahwa Tuhan menghendaki umatnya saling menyakiti. Tuhan yang kita percaya adalah Tuhan yang pengasih dan penyayang, yang menginginkan kedamaian di bumi ini.

Kebebasan beragama di Indonesia memang dijamin Undang-Undang Dasar, namun kenyataannya masih jauh dari harapan. Untuk kembali mengamalkan sila pertama ini, kita perlu meningkatkan toleransi dan hubungan baik antar umat beragama di Indonesia. Terlepas dari perbedaan dalam cara kita berdoa dan menjalankan ritual-ritual agama, kita semua percaya pada satu Tuhan, dan inilah yang menyatukan kita, warga negara Indonesia.

Sila Kedua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Dibawah ketuhanan ada kemanusiaan.Hal ini disadari betul oleh para pencetus bangsa yang menginginkan adanya persamaan hak, tenggang rasa dan menjunjung tinggi harkat dan martabat yang sama. Namun, kenyataannya ketimpangan sosial yang terjadi. Yang kaya semakin rakus yang miskin semakin terdesak dan terdorong roda kehidupan yang mengelinding dan menggusur kelayakan hidupnya hingga dipaksa tunduk dan bersujud kepada ketidakadilan. Penguasa semakin hari semakin menjadi-jadi memperlihatkan kemewahan tanpa mau memandang ke bawah, sedangkan rakyat yang lapar dibiarkan menari dalam kesengsaraan. Konflik vertikal dan horizontal makin memperparah keadaan. Kemanusiaan bukan menjadi prioritas lagi dalam dunia yang terlalu mementingkan kekayaan materi.

Manusia sejatinya adalah saling mencintai. Sebagai makhluk sosial manusia tak akan pernah bisa hidup sendiri. Sifat gotong royong adalah identitas bangsa yang harus kembali digalangkan , dihidupkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara.

Sila ketiga : Persatuan Indonesia 

Dengan implementasi sistem otonomi daerah yang dimulai di masa Reformasi ini, daerah-daerah di Indonesia memiliki kesempatan yang semakin luas untuk mengembangkan potensi daerah masing-masing.

Sayangnya, sisa hasil kebijakan lama dan kurang giatnya usaha penyerataan pembangunan menyebabkan ketimpangan dalam pembangunan di masing-masing daerah, dan masih banyak daerah yang tertinggal dalam segi ekonomi maupun pendidikan. Beberapa daerah juga malah menjadi korban dari kebijakan yang tidak adil, terutama dalam hal penggunaan sumber daya alam. Tanah-tanah leluhur dan lokasi-lokasi penuh kekayaan alam dan budaya asli sering dikorbankan oleh pemerintah pusat demi kepentingan ekonomi, dan hasilnya tidak dibagikan kepada masyarakat yang dirugikan.

Hasilnya, elemen-elemen radikal dan separatis menggunakan kekesalan masyarakat sebagai alasan untuk bergerak, memaksakan kehendak kepada pemerintah pusat dan bahkan mengancam akan memisahkan diri dari NKRI. Persatuan yang telah lama mengikat warga Indonesia pun terancam, dan sebagai sebuah negara kita pun menjadi lebih rentan terhadap pengaruh-pengaruh negatif yang bertujuan memecah belah Indonesia.

Semangat memelihara persatuan, merasa sebangsa dan bernegara, senasib sepenanggungan harus dikobarkan lebih kuat lagi. Dalam melangkah menuju masa depan, kita harus memegang asas Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tapi satu: beragam suku, bahasa maupun agama namun merasa sebagai satu kesatuan. Tanpa kesatuan, kita tidak akan bisa menggabungkan kekuatan kita untuk mencapai cita-cita Indonesia.

Sila keempat : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Wujud utama pengamalan sila keempat dalam butir Pancasila adalah rakyat Indonesia memilki kedudukan yang sama dalam penggunaan hak politiknya. Bukti paling nyata dari penggunaan hak politik ini adalah Pemilu dan pemilihan kepala daerah. Kita memilih putra-putri terbaik bangsa untuk mewakili kita dengan pemilihan langsung mulai dari rukun tetangga (RT) hingga Presiden. Semua dilakukan atas asas demokrasi. Diharapkan dengan sistem ini tercapailah sistem kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah kebijaksanaan dan permusyawaratan/perwakilan.

Namun apa yang dicita-citakan dinodai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Politik uang dan kecurangan dalam pemilu menjadi penyakit yang seakan tak ada obatnya. Biaya politik yang begitu tinggi menyebabkan para calon pemimpin meminjam uang ke mana-mana. Masa jabatan bukannya digunakan untuk mengabdi pada masyarakat, namun untuk “balik modal”. Uang rakyat dan harta negara dikuras untuk melunasi hutang dan memperkaya diri.

Pemilu 2014 ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mengubah keadaan ini. Sebagai warga negara yang bertanggungjawab, kewajiban kita adalah memilih pemimpin yang tidak menjadi hamba uang, namun menjadi hamba rakyat. Pemimpin yang kita pilih harus berani merombak pemerintahan dari akarnya, sehingga para anggota lembaga legislatif benar-benar menjadi wakil rakyat yang menyampaikan suara masyarakat kepada pemerintah.

Sila kelima : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Keadilan sosial merupakan sebuah konsep yang abstrak dan sulit dijelaskan. Secara umum, kita mengartikan keadilan sosial sebagai keadaan di mana semua warga bisa mendapatkan penghidupan yang layak dan kesempatan yang setara dalam mengejar aspirasi diri. Keadilan sosial adalah impian segala bangsa, tidak terkecuali Indonesia. Sebagai sebuah negara kesatuan yang penuh keragaman, sudah sewajarnya jika asas keadilan sosial menjadi idaman.

Namun, kenyataannya jauh dari itu. Angka kemiskinan di Indonesia masih terbilang tinggi, dan kesenjangan sosial merupakan satu bahaya laten yang kadang dimanifestasikan oleh tindakan kekerasan dan aksi anarkis di masyarakat. Kemiskinan dan kurangnya mobilitas sosial menjadi bara yang kerap menyulut amarah dan keinginan untuk bertindak tidak jujur, entah hanya sebagai pelampiasan atau wujud keputusasaan dan usaha untuk meningkatkan status.

Kita juga tidak boleh melupakan mereka yang terlahir dengan cacat fisik atau mental dan semua orang yang dikucilkan dari masyarakat, seperti pengidap HIV/AIDS dan penderita kusta. Mereka juga manusia, dan lebih penting lagi, mereka adalah warga negara Indonesia yang seharusnya tetap memiliki hak untuk hidup dengan harga diri dan menerima kesempatan yang setara.

Dalam keadaan seperti ini, pemerintah memegang tanggung jawab terbesar untuk memelihara kaum miskin dan cacat, serta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk hidup layak dan memperbaiki mobilitas sosial dengan usaha sendiri. Kita patut memuji berbagai inisiatif pemerintah maupun pihak pribadi untuk memperbaiki situasi keadilan sosial di Indonesia, namun jalan menuju Indonesia yang adil masih panjang. Sejatinya Pancasila menjadi pedoman kita dalam jalan ini.

Kembali Ke Pancasila

Negeri ini bersusah payah untuk melepaskan diri dari beban masa lalu dan tantangan masa depan. Dalam usaha ini, kita memerlukan sebuah dasar dan pijakan yang kokoh, agar kita tidak kembali terjerumus ke dalam jebakan-jebakan yang ada di jalan ini. Sebagai dasar negara, Pancasila seharusnya menjadi dasar bagi Indonesia untuk maju ke masa depan. Pancasila semata bukan solusi, namun Pancasila adalah kunci yang membuka jalan bagi Indonesia.

Namun, lebih dari itu, Pancasila adalah “rumah” bagi semua warga negara Indonesia; di dalam naungannya, kita yang berbeda-beda dapat menjadi satu keluarga yang saling mencintai dan saling mendukung. Sudah saatnya kita kembali, merenungkan dan mengamalkan Pancasila.