Friday, 27 December 2013

Perkenalkan Vincent Tan Pemilik Klub Sepak Bola Paling Esentrik di Britania Raya

Posted in , , ,   with  No comments    
Vincent Tan Pemilik Cadriff City  (source image by google.com)

Jika warna merah adalah warna yang membawa keberuntungan buat anda, selamat!! pola pikiran anda di pastikan sama dengan  Tan Sri Vincent Tan Chee Yioun atau lebih dikenal sebagai Vincent Tan, orang nomor 9 terkaya di Malaysia versi majalah Forbes, pria kelahiran tahun 1952 ini merupakan pemilik Berjaya Group yang seperti namanya berjaya di daratan (kepemilikan Hotel, tempat berbelanja,Resort, rumah judi legal), dan berjaya di udara (pemilik maskapai Berjaya Air).

Bisnisnya yang besar ini membawa  Vincent Tan merambah kedunia sepakbola dengan mengakuisisi salah satu klub sepakbola di tanah britania raya pada tahun 2010 yakni Cardiff City bersama rekan bisnisnya Chan Tien Ghee yang didaulat menjadi pemilik klub, hingga dikemudian hari akuisisinya terhadap klub asal Wales ini menjadikan  Vincent Tan musuh nomor satu pendukung Cardiff City setelah pemilik saham terbesar Chan Tien Ghee meninggalkan klub.

Kekosongan kepemilikan menjadikan  Vincent Tan menjadi orang nomor satu di Cardiff City sejak tahun 2012, di bawah kepengurusannya  klub Cardiff City mengalami perubahan besar-besaran, perubahan pertama yang  Vincent Tan lakukan adalah mengganti warna kostum kebanggan klub yang berwarna biru yang telah menjadi ciri khas klub sejak tahun 1908 menjadi warna merah, hal ini di maklumi fans karena  Vincent Tan berjanji akan mendatangkan pemain baru dan investasi jangka panjang bagi Cardiff City.

 Dari biru ke warna merah (source image by google.com)

Hal Sakral kedua adalah mengganti logo klub sebuah tindakan ekstrim bagi "orang baru" di tanah Britania yang di kenal dengan suporternya yang fanatik dan cenderung nekat ini, tindakan  Vincent Tan di anggap menghancurkan sejarah klub yang berdampak besar bagi pendukung tim, tim yang dulu berlogo Burung Biru  harus berganti menjadi Naga Merah, kalimat Blue Birds di rombak menjadi Fire & Passion,  sebagai orang asia Vincent Tan merasa warna merah adalah warna keberuntungan dan gambar naga adalah lambang kesejahteraan dan kebijaksaan mitos yang dianggap keramat bagi orang asia namun lambang naga bagi kebanyakan orang eropa adalah monster yang cenderung merusak dan bersekutu dengan kekuatan gelap.

 Dari Burung menjadi Naga

Hal ini lah yang membuat para fans Cardiff City kesal, mereka menyamakan Vincent Tan dengan bocah berumur 12 tahun yang sedang tergila-gila dengan salah satu modul game FIFA Ultimate Team, dimana seseorang dapat membuat klub seenak perutnya.

langkah esentrik terakhir adalah memberikan peringatan keras terhadap Manager Cardiff City Malky Mackay, dirinya menyuruh pelatih yang membawa Cardiff City promosi dari divisi Championship ini untuk mundur atau dipecat, Tan seakan lupa bahwa Malky adalah pelatih yang telah melatih Cardiff City Sejak tahun 2011 ini yang membawa Cardiff City juara divisi Championship musim 2012/2013 dan bermain di kancah Premier league untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Isu pemecatan ini lah yang membuat fans sakit hati, fans justru lebih memilih Vincent Tan yang pergi dari klub yang bermarkas di Cardiff City Stadium ini, meski akhirnya melunak dengan tetap mempertahankan management, fans sudah terlanjur sakit hati, beberapa hari sebelum laga boxing day antara Cardiff City melawan Sunderland ratusan supporter yang tumpah meneriakan yel-yel #TAN OUT diluar stadion tim mereka diantara mereka sambil membawa spanduk bertuliskan" Pulanglah Diktator TAN, Kami ingin klub kami kembali".

Suporter Protes (source image by google.com)

Meski dibenci oleh banyak fans nyatanya Vincent Tan tetaplah pemilik klub yang jor-joran dalam pembelanjaan pemain tercatat dimusim ini Cardiff City melakukan pemecahan rekor transfer pembelian termahal mereka, tercatat 3 nama yang di beli Cardiff City dengan harga selangit antara lain Andreas Cornelius, Steven Caluker dan Gery Medel yang ditotal senilai 35 juta Pounsdterling.

Terobosan terbaru yang dilakukan Vincent Tan  adalah membeli salah satu klub yang bermain di liga utama Bosnia yakni Sarajevo, tip yang terancam bangkrut ini diakuisisi satu hari setelah suporter Cadriff City menerikana Tan untuk mundur, entah motivasi apa di balik pemilikan klub ini, menurut Vincent Tan dirinya berharap adanya berkesinambungan kedua klub ini baik dari segi pertandingan persahabatan, pertukaran pemain, melakukan pemusatan latihan dan bisnis.

Vincent Tan pemilik baru Sarajevo Football Club (source image by google.com)

Sepakbola merupakan lahan bisnis yang basah dan menggiurkan, meski salah satunya harus tersisih baik itu di kubu pemilik ataupun suporter harus rela mengalah demi kemajuan klub, tradisi harus rela di gilas demi kemajuan roda klub, namun harus seperti itukah sepakbola kini yang hanya berorientasi akan bisnis semata ?biar waktu yang menjawabnya.

0 komentar:

Post a Comment