Showing posts with label BetaUFO. Show all posts
Showing posts with label BetaUFO. Show all posts

Tuesday, 17 February 2015

Apakah yang Saya Lihat Itu UFO?


Apakah Ufo Itu?
UFO singkatan dari Unidentified Flying Object atau jika di bahasa Indonesia-kan adalah benda terbang yang aneh merupakan salah satu fenomena yang hampir setiap hari dijumpai di berbagai belahan dunia. Hampir setiap hari ada laporan mengenai penampakan ufo baik penampakan yag terdokumentasi dengan baik (terekam oleh kamera) atau hanya berupa saksi mata karena kejadiannya yang tidak lama atau tercenggang dengan fenomena tersebut.

Masalah Ufo di Indonesia masih dianggap sebagai ranah misteri, atau banyak yang mengsangkut pautkan dengan fenomena santet dan lain-lain sesuai dengan kearifan lokal di daerah Indonesia, padahal Ufo sendiri dalam perkembangannya di ranah pengetahuan adalah fenomena yang sudah diteliti dengan serius bahkan sudah menjadi perbincangan dalam salah satu nota acara di PBB pada tahun 1978.
Amerika sebagai salah satu pionir penelitian tentang Ufo dan gejala yang terkait sejak tahun 1952 yakni beberapa tahun setelah fenomena “flying source” yang dilihat Kenneth Arnold di tahun 1947 menjadi perbincangan hangat di setiap bibir warga Amerika saat itu. Proyek ini bernama Project Blue Book yang diisi oleh orang-orang yang kompeten dari berbagai bidang ilmu yang ditekuni, salah satu orang yang terlibat adalah J. Allen Hynek yang merupakan bapak metodologi ilmiah Ufologi, Hynek sendiri pernah datang ke Indonesia pada tahun 1976 membahas tentang fenomena Ufo atas undangan menteri luar negeri saat itu Adam Malik.

Masalah Ufo menjadi isyu global saat menjadi salah satu yang di perbincangkan dalam forum PBB di perkasai oleh Sir Eric Matthew.Gairy, Perdana Menteri Grenada yang menyerukan dunia untuk menseriusi fenomena ini. Di Grenada sendiri Ufo dijadikan salah satu perangko resmi negara tersebut.
Akhirnya pada tanggal 27 November 1978 masalah Ufo resmi menjadi salah satu mata acara di PBB no 126 berbunyi “"Pembentukan suatu badan atau bagian dari PBB untuk melakukan, mengkordinasikan dan menyebarluaskan hasil penelitian UFO dan gejala-gejala yang bertalian".
Di Indonesia sendiri fenomena ini mendapatkan perhatian salah satunya adalah dari bapak J. Salatun, beliau merupakan Marsekal Muda TNI(Purn) pendiri sekaligus mantan ketua LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional). J Salatun dapat dikatakan sebagai bapak Ufo Indonesia karena orang pertama yang mendeklarasikan Fenomena UFO di Masyakarat.

Meski perhatian dunia sudah didapat oleh fenomena ini, sayangnya penelitian dan kelanjutan akan hal ini sepertinya hanya menguap dan tertutp rapat oleh masalah lain, proyek Blue Book di Amerika berakhir pada tahun 1969 dengan kesimpulan bahwa 90% fenomena tersebut bisa di jelaskan, sedangkan dunia lebih sibuk dengan masalah lain seperti peperangan antar negara sehingga mengidahkan hal ini.

Kini fenomena Ufo umumnya hanya diselidiki oleh pihak swasta seperti organisasi atau komunitas yang memang serius membahas hal ini, meski begitu ada pendapat yang mengatakan bahwa fenomena Ufo masih diselidiki oleh pemerintah dengan level kerahasiaan tingkat tinggi, hal ini dimungkinkan karena menyangkut keamanan atau memberi ketenangan kepada masyarakat akan hal ini.

Apakah yang Saya Lihat itu UFO?
Membahas fenomena Ufo tak lepas dari adanya saksi mata yang melihat kejadian aneh yang ada diatas langit, benda yang memiliki keunikan tersendiri entah itu berupa bentuk, gerak terbang dengan kecepatan yang tidak masuk akal, atau hal-hal lainnya yang berlawanan dengan teori gravitasi yang kita pegang saat ini.

Tapi pertanyaan baru muncul, benarkah benda terbang atau menggantung di langit itu adalah Ufo? Berikut adalah benda terbang yang sering kita anggap sebagai fenomena UFO yang dapat menipu mata telanjang kita dan terkadang alam pun ikut membantu mensukseskan fenomena alam biasa menjadi fenomena ajaib. Inilah daftarnya;

Meteor dan Komet, menempati peringkat pertama karena banyak orang sering tertipu oleh benda ini, ciri-ciri keduanya dengan ufo hampir sama, lintasan gerak cepat dan lurus, tiba-tiba ada dan tiba-tiba menghilang. Warna umumnya kuning kemerah-merahan. Tidak bersuara, dan bentuknya sangat kecil.
Pesawat terbang, bila di malam hari sering tampak ada yang berkedip-kedip layaknya bintang namun selalu bergerak-gerak lurus, jangan tertipu, itu adalah lampu dari pesawat terbang, biasanya nyala lampu berkedip itu berasal pesawat terbang komersial yang sedang melintas (17% kasus munculnya Ufo adalah bersumber dari kesalahan membandingkan Ufo dengan pesawat terbang).

Awan, kadang bisa menipu mata, kadang membentuk sebuah gambar yang unik seperti binatang,wajah manusia. Umumnya berwarna putih dan bisa saja berbentuk seperti piring terbang. Bergerak jika diterpa angin. Kadang-kadang dapat berubah bentuk atau hilang apabila cuacanya memungkinkan. Fenomena awan berbentuk UFO ini bisa terjadi bahkan pernah dilaporkan ada tiga kelompok awan UFO yang dikira UFO padahal cuma awan.

Petir, kadangkala ada yang berbentuk bola petir dan seakan-akan seperti sebuah UFO yang terbang.terkadang jumlahnya lebih dari satu sekitar 10 cm sampai 20 cm.waktu melintas dilangit biasanya disertai letupan-letupan, kadang hanya muncul satu detik, namun kadang bisa muncul hingga beberapa menit.

Balon Udara, cirinya gerak agak lambat mengikuti angin, bentuknya umumnya bulat. Kadang balon cuaca menggunakan bahan yang seperti warna metalik sehingga bila terkena sinar matahari akan berkilau-kilauan, biasanya digunakan untuk militer guna latihan perang.

Cahaya Mercusuar, cahaya sinar yang dipancarkan mercusuar kadang menjadi fenomena yang menakjubkan (bagi yang tak biasa lihat), cahaya yang dipantulkan dapat menerangi gelapnya lautan di sekitar pulau.

Planet Venus, planet yang paling terang dimalam hari dan yang paling berkilau di malam hari selain bulan adalah planet venus, karena planet ini tidak berkedip (catatan: planet beda dengan bintang, bintang berkedip planet tidak) seperti bidang lain dan kalau kita perhatikan terus akan seolah olah bergerak, tak percaya. Sekitar 27% cahaya yang paling terang jika dilihat dari bumi selain matahari dan bulan adalah planet Venus.

Burung. Pada malam hari, burung-burung yang terbang mungkin saja kena lampu kota sehingga sinarnya memantul dari badannya. Ini bisa dilihat sebagai sekumpulan Ufo yang terbang membentuk formasi. Kejadian ini pernah menghebohkan texas tahun 1951 di Lubbock,Amerika serikat terlihat bagai formasi bentuk V selama beberapa tahun para ahli dibuat pusing oleh ulah burung yang akhirnya diketahui akibat dari pantulan cahaya lampu kota.
 
Halo Bulan, apa itu halo bulan, halo bulan ialah lingkaran di sekitar bulan, terlihat terutama bila purnama. Umumnya cuaca disertai dengan berawan tipis. Sinar bulan yang terkena awan bisa membentuk lingkaran di sekitar bulan yang disebut dengan halo. Halo ini bukan Ufo dan merupakan gejala alam biasa.

Mercon Roket/Kembang Api. Umumnya bergerak naik ke atas dan ketika di atas meledak dan mengeluarkan berbagai cahaya. Bila jarak cukup dekat, umumnya suara ledakannya bisa terdengar, pertanyaanya adalah bagaimana jika kita melihatnya dari jauh.

Layang-layang, kadang -kadang kita lihat banyak sekali bentuk layang-layang ada yang ukurannya biasa saja, ada yang besar ada juga berbentuk unik seperti bentuk naga, pesawat bahkan ada juga yang berbentuk seperti ufo, dan uniknya 2 dari 800 kasus ufo adalah dari layang-layang itu sendiri.

Saturday, 7 February 2015

Beta-UFO di Acara Late Night Show Trans TV


Beta-UFO merupakan komunitas serius pemerhati fenomena UFO di Indonesia, berdiri sejak 26 Oktober 1997. Saat ini Beta-UFO merupakan komunitas tertua dan terbesar yang ada di Indonesia. Salah satu visi dan misi BetaUFO adalah sebagai fasilitator media untuk menjadi rujukan publik akan fenomena UFO di Indonesia sekaligus sebagai edukasi untuk publik dalam menyikapi fenomena UFO dan Alien di Indonesia.

Berbekal visi misi itulah Beta-UFO di undang oleh Trans Tv dalam acara Late Night Show sebagai narasumber dalam membahas fenomena UFO dan Alien di Indonesia, Dengan tema yang diangkat “Makluk Misteri Indonesia VS Alien”. Beta-UFO tampil setelah pesulap Demian tampil dengan atraksi sulap bertema cropcirle.

Acara yang dipandu oleh Raffi Ahmad dan Asri Welas ini di mulai dari jam 23.00 wib dan berakhir pukul 24.00 Wib. Kali ini saya (Handy Fernandy) dan Moudy Yunora didapuk sebagai perwakilan dari Beta-Ufo. Berikut ini kesimpulan dari Acara yang disiarkan langsung di studio Sepat, TM Simatupang Jakarta hari Selasa (03/01/2015):

Beta-UFO meyakini bahwa entitas UFO dan Alien itu ada, hal ini didasari bukti-bukti yang pernah tercatat dalam laporan di Indonesia, baik itu merupakan laporan yang tertulis dari laporan kepolisian maupun catatan militer.

Kasus pertama adalah penculikan anak oleh Alien di kepulauan Alor pada bulan Juli tqahun 1959 tercatat dalam laporan yang ditulis oleh purnawirawan polisi yang menjabat sebagai kepala kantor polisi, dalam catatannya tertulis ada seorang anak berusia 6 tahun diculik oleh enam “orang asing” yang memiliki ciri-ciri aneh yakni berbadan tinggi, memakai pakaian biru ketat, berambut perak, warna kulit merah. Karena dianggap meresahkan warga akhirnya polisi menembakan makluk tersebut, makluk tersebut berhasil lolos dan menghilang, anehnya tidak ada bekas darah meski beberapa pasukan polisi meyakini mereka menembaki dengan tepat ke arah makluk aneh tersebut.

Kasus kedua adalah UFO yang muncul di langit Surabaya, Malang dan Bangkalan selama seminggu terhitung dari 11 September sampai 24 September 1964. Karena dianggap meresahkan dan kemungkinan benta terbang itu merupakan pesawat mata-mata tentara Dwikora pun menembaki dengan alteri ke arah benta terbang tersebut,a nhenya tidak ada satupun yang terjatuh.

Kedua kejadian tersebut tertulis dalam buku yang dikeluarkan oleh J. Salatun pada tahun 1982 dengan judul “UFO Salah Satu Masalah Masa kini, J. Salatun sendiri merupakan Marsekal Muda TNI(Purn) pendiri sekaligus mantan ketua LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional). J Salatun dapat dikatakan sebagai bapak Ufo Indonesia karena orang pertama yang mendeklarasikan Fenomena UFO di Masyakarat. J Salatun merupakan kakek dari Sara Wijayanto yang merupakan istri dari pesulap Demian.

Beta-UFO sering mendapatkan laporan tentang fenomena UFO dan Alien, Di Acara Ini Beta-UFO menampilkan dua video yang dikirim oleh pelapor, yang satu merupakan video yang berasal dari pelapor asal Kendari dan yang kedua dari Bekasi. Hasil analisis tim Beta-UFO adalah dari kedua video tersebut ada yang merupakan fenomena Hoax dan fenomena yang belum terdefinisi sesuai dengan pengertian dari UFO(Unidentified Flying Object).

Kasus UFO kendari misalnya yang sempat membuat heboh media masa itu merupakan fenomena Hoax dan bisa dijelaskan, di video tersebut ada benda terbang berbentuk UFO di tengah-tengah matahari. Menurut keterangan Moudy, fenomena yang direkam oleh siswa SMP ini merupakan efek dari karena resolusi rendah dan kelemahan sensor kamera, spot warna hitam di matahari adalah hasil dari citra kamera tersebut.

Lain halnya dengan video yang berasal dari pelapor yang tinggal di Bekasi ada benda aneh berwarna hitam yang diam di langit selama 30 menit dan kemudian menghilang sendiri, Melalui hasil rekayasa digital yang dilakukan tim Beta-UFO bahwa fenomena ini belum dapat dijelaskan dan itu yang dinamakan dengan UFO, karena teknologi manusia saat ini belum bisa membuat pesawat yang bisa diam di langit.

Munculnya UFO dan Alien sendiri pernah di kategorikan oleh ilmuwan Amerika bernama J. Allen Heynek yang menkategorikan 5 kategori penampakan UFO atau Close Ecounter yakni:

Perjumpaan jarak jauh(Perjumapaan pertama), artinya kita bisa melihat mereka sedang berada dilangit, fenomena video di Bekasi dan Ufo di Surabaya tahun 1964 masuk dalam kategori ini.

Perjumpaan Jarak dekat(Perjumpaan kedua), UFO sudah dapat menganggu lingkungan sekitar seperti tiba-tiba mobil yang sedang berjalan tiba-tiba berhenti.

Perjumpaan tingkat tiga, UFO telihat mendarat, beberapa meninggalkan bekas.

Perjumpaan tingkat empat, ditulis oleh Heynek, Ufo yang mendarat yang dikendarai oleh Alien tersebut keluar dan menculik target, dan target penculik tidak dapat melawan atau secara sukarela, biasanya kembali dengan keadaan adanya perasaan “missing time”.

Perjumpaan tingkat lima, Menurut Heynek kita dapat berkomunikasi dengan Alien.

Acara di tutup dengan pertanyaan apakah para bintang tamu percaya akan fenomena UFO? Di Beta-UFO sendiri ada 3 golongan yakni Believer (Percaya akan fenomena UFO) ada pula yang Skpetis (Tidak percaya) dan “Skepbeliev” yakni mempercayai fenomena UFO namun kritis mempertanyakan keberadaan atau kebenaran UFO sendiri.

Akhir kata “Keep Watching The Sky”.


Thursday, 20 November 2014

BetaUFO di Acara Tonight Show Net TV


Salah satu visi dan misi BetaUFO adalah sebagai fasilitator media untuk menjadi rujukan publik akan fenomena UFO di Indonesia sekaligus sebagai edukasi untuk publik dalam menyikapi fenomena UFO di Indonesia.

Berbekal visi misi itulah BetaUFO di undang oleh NET Tv dalam acara Tonight Show sebagai narasumber dalam hal  membahas fenomena UFO di Indonesia, Ranggie Ragatha dan Prawiro Sudirjo sebagai perwakilan BetaUFO dalam acara yang tayang dari senin sampai jum’at pukul 22.30 wib. Proses wawancara yang menempatkan dua narasumber dari BetaUFO di lakukan pada tanggal 11 September 2014 dan baru di tayangkan NET Tv pada hari rabu 18 September 2014.

Acara Tonight Show sendiri dipandu oleh dua presenter yakni Vincent dan Desta serta Hesti Purwadinata sebagai narrator. Vincent dan Desta bergantian bertanya kepada narasumber perihal UFO dan BetaUFO sebagai narasumber. Dan berikut adalah hasil kesimpulan acaranya:

Ranggie Ragatha Komunitas BetaUFO Indonesia (dok pri)
BetaUFO sendiri merupakan komunitas kelompok pengamat UFO tertua dan terbesar di Indonesia yang berdiri sejak tanggal 26 Oktober 1997 atau sebentar lagi akan menginjak usia 17 tahun, BetaUFO sendiri beranggotakan dari macam-macam profesi serta berbagai macam backgroung pendidikan. Oleh karena itulah hal lah yang membuat ilmu Ufologi dapat di katakan sebagai pseudosains (ilmu semu) dimana pengetahuan ,metodologi,keyakinan, atau praktik yang diklaim sebagai ilmiah tapi tidak mengikuti metode ilmiah.

Ufologi dapat atau bisa dikaji melalui banyak bidang ilmu termasuk science mainstream,fisika dan astronomi, karena statusnya yang masih sebagai pseudosains memungkinkan para peneliti ufo banyak memiliki pendekatan yang justu membuat bidang ufologi menjadi hal yang menarik.

Prawiryo Sudirjo Komunitas BetaUFO Indonesia (dok pri)
Anggota BetaUFO sendiri bukanlah sebuah ufo cult, di dalam komunitas betaUFO ini justru terbagi dalam tiga kateogori, ada yang  skeptis atau tidak mempercayai adanya makluk ekstrateritorial, ada juga yang beliver dan ada juga skepticbeliever yang karena adanya 3 golongan itu membuat komunitas BetaUFO memiki rasa untuk meneliti sekaligus edukasi lebih jauh.

BetaUFO juga banyak melakukan ekspedisi di tempat-tempat yang disinyalir atau di gosipkan sebagai tempat yang banyak di kunjungi UFO, selain bertujuan untuk rekreasi atau silahturahmi antar anggota ekspedisi ini  ini juga masuk dalam visi misi yang saya jelaskan di atas.

Anggota BetaUFO dan Host Tonight Show